Terungkap! Informasi Begal Gunung Selatan Hoaks, AR Minta Maaf kepada Polisi, Ormas, dan Warga Tarakan

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Kasus dugaan begal yang sempat meresahkan masyarakat di kawasan Gunung Selatan, Kota Tarakan, akhirnya menemui titik terang. Sebelumnya beredar informasi seorang Mahasiswa melintas di kawasan gunung selatan yang mengaku menjadi korban begal, AR (19) pada Rabu lalu (22/7/26) menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah mengakui bahwa informasi yang disampaikan dalam video tersebut tidak benar.

Dalam pernyataannya, AR meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kota Tarakan, khususnya pihak kepolisian dan organisasi masyarakat (ormas) yang sempat terdampak akibat beredarnya video tersebut.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya ingin meminta maaf kepada seluruh Kota Tarakan, khususnya pihak kepolisian, warga masyarakat, dan para ormas atas kejadian begal yang terjadi di Gunung Selatan,” ujar AR dalam video permintaan tersebut.

Ia mengakui bahwa cerita yang disampaikan melalui informasi yang beredar sebelumnya tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

“Saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh warga Kota Tarakan, ormas, dan pihak kepolisian. Bahwa cerita yang saya buat yang beredar dimasyarakat itu tidak betul,” ungkapnya.

Adapun motifnya, AR membeberkan tidak ada motif tertentu, murni ia menyampaikan informasi yang tidak sebenarnya terjadi (Hoax).

Sementara itu, Polres Tarakan memastikan laporan terkait dugaan begal tersebut dihentikan setelah dilakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan.

Kapolres Tarakan AKBP Erwin S. Manik melalui Kasat Reskrim AKP Reginald Yuniawan Sujono mengatakan, pihaknya akan menghentikan penyelidikan terhadap laporan tersebut karena diketahui tidak terdapat peristiwa pidana sebagaimana informasi awal yang disampaikan.

“Karena yang bersangkutan sebelumnya sudah membuat laporan, nanti terkait laporan tersebut kita lakukan SP3 lidik. Artinya tidak ada konsekuensi hukum terhadap yang bersangkutan,” jelas AKP Reginald.

Ia menambahkan, meskipun laporan dihentikan, pihak kepolisian tetap memberikan pembinaan kepada Arya mengingat yang bersangkutan masih berusia muda.

“Untuk yang bersangkutan yang sudah mengakui laporan palsu dan sempat membuat heboh, mungkin kita lakukan pembinaan. Kita juga akan koordinasi dengan orang tuanya,” katanya.

Sementara itu perwakilan ormas, Ketua Laskar Borneo Bersatu (LBB) Tarakan, Ricky Febriansyah, berharap masyarakat tetap berhati-hati saat beraktivitas, khususnya ketika melintas di kawasan yang minim penerangan.

Meski kasus begal yang sempat viral tersebut terbukti tidak benar, kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati saat berkendara, terutama di jalan yang sepi. Kami juga berharap ada penambahan lampu penerangan di titik-titik yang dianggap rawan,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk segera menghubungi layanan darurat kepolisian Call Center 110 apabila menghadapi situasi yang membutuhkan bantuan.

Dengan adanya pengakuan tersebut, Polres Tarakan memastikan penanganan perkara tersebut secara resmi dihentikan dan ditutup.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyampaikan maupun menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan tindak kriminal, sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses