BI Catat Pertumbuhan Signifikan Sistem Pembayaran dan Kredit Perbankan di Kaltara

by Suiman Namrullah

TARAKAN — Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara, Hasiando G. Manik, mencatat pertumbuhan positif dan signifikan pada sektor sistem pembayaran serta intermediasi perbankan sepanjang tahun 2025.

Hasiando menjelaskan, dari sisi sistem pembayaran digital, terjadi peningkatan yang cukup tajam baik dari sisi volume maupun nominal transaksi. Volume transaksi tumbuh sebesar 48 persen, sementara nominal transaksi meningkat signifikan hingga 266 persen.

“Peningkatan ini menunjukkan bahwa jumlah pengguna semakin banyak, frekuensi transaksi meningkat, dan nilai transaksinya juga tumbuh cukup tinggi,” ujar Hasiando G. Manik, Jum’at (30/1/26).

Selain sistem pembayaran, perkembangan intermediasi perbankan di Kalimantan Utara juga dinilai berada pada kondisi yang relatif baik. Sepanjang tahun 2025, pertumbuhan kredit perbankan tercatat mencapai 68,24 persen secara tahunan.

Meski pertumbuhan kredit cukup tinggi, menurut Hasiando, kualitas kredit perbankan tetap terjaga. Hal tersebut tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang berada pada level 2,14 persen, atau masih jauh di bawah ambang batas aman sebesar 5 persen.

Berdasarkan jenis kredit, pertumbuhan tertinggi terjadi pada kredit investasi, yang melonjak hingga 162,05 persen. Sementara itu, kredit modal kerja dan kredit konsumsi juga mengalami pertumbuhan.

“Memang terdapat sedikit kenaikan NPL pada segmen kredit investasi, namun secara keseluruhan masih dalam batas aman dan harus terus dijaga oleh perbankan agar kualitas kredit tetap baik,” jelas Kepala KPwBI Kaltara tersebut.

Dari sisi lapangan usaha, Hasiando menyebutkan bahwa pertumbuhan kredit terbesar disalurkan ke sektor pertambangan dan industri pengolahan, yang menjadi kontributor utama penyaluran kredit perbankan di Kalimantan Utara sepanjang 2025.

Sementara itu, terkait Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank Indonesia mencatat adanya kontraksi sebesar 3,78 persen. Meski demikian, komponen tabungan masih menunjukkan pertumbuhan positif, sedangkan giro dan deposito mengalami penurunan.

Menurut Hasiando G. Manik, penurunan deposito menjadi salah satu tantangan perbankan saat ini, seiring adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam menempatkan dana ke instrumen investasi lain.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa secara umum kondisi sistem pembayaran dan stabilitas sistem keuangan di Kalimantan Utara masih terjaga dengan baik.

“Perkembangan sistem pembayaran dan intermediasi perbankan ini mencerminkan bahwa perekonomian Kalimantan Utara tetap tumbuh positif, meskipun terdapat sejumlah tantangan yang perlu terus diantisipasi bersama,” pungkasnya.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses