Di Pembukaan DAM–PID Nasional, Ketua DPD IMM Kaltara Tegaskan Pentingnya Kaderisasi Berkelanjutan

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Kalimantan Utara resmi membuka kegiatan Darul Arqam Madya (DAM) dan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) Nasional, yang dirangkaikan dengan peluncuran program Tarakan Youth Digital Literacy Lab, Senin malam (26/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kota Tarakan ini dihadiri Asisten I Pemerintah Kota Tarakan Ilyas, Ketua DPRD Kota Tarakan Muhammad Yunus, pimpinan Wilayah dan Daerah Muhammadiyah serta Aisyiyah, unsur Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah tingkat wilayah dan daerah, perwakilan OKP tingkat provinsi, Cipayung Plus, serta tamu undangan lainnya.

Ketua DPD IMM Kalimantan Utara, Ainulyansyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan DAM dan PID merupakan jawaban atas tantangan kaderisasi yang selama ini dihadapi IMM di daerah.

Ia mengungkapkan, selama ini IMM kerap mengalami keterbatasan instruktur yang siap mendampingi proses perkaderan secara berkelanjutan. Akibatnya, kader yang telah direkrut berpotensi kehilangan arah karena minimnya pembinaan yang terstruktur.

Pembukaan DAM & PID Nasional DPD IMM Kaltara.

“Sering kali kita sudah memiliki kader dan bahkan membentuk panitia, tetapi tidak memiliki instruktur yang siap. Kita terpaksa melibatkan senior yang telah disibukkan oleh pekerjaan dan keluarga. Ini menjadi tantangan serius dalam menjaga kesinambungan kaderisasi,” ujar Ainulyansyah.

Menurutnya, keterbatasan jumlah dan kapasitas instruktur menjadi problem mendasar yang harus dijawab secara sistematis. Oleh karena itu, IMM Kaltara dengan penuh kesadaran menyelenggarakan DAM dan PID sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya kader.

Dalam momentum pembukaan tersebut, IMM Kaltara juga meluncurkan Tarakan Youth Digital Literacy Lab, sebuah program yang digagas untuk mendukung visi Kota Tarakan sebagai smart city.

Ainulyansyah menjelaskan, pembangunan infrastruktur digital harus diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia. Tanpa itu, fasilitas yang telah dibangun pemerintah berpotensi tidak termanfaatkan secara optimal.

“Kami melihat masih adanya kesenjangan antara pembangunan infrastruktur dan kesiapan SDM. Karena itu, IMM merasa perlu mengambil peran dengan menghadirkan ruang pengembangan literasi digital bagi generasi muda,” jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Indeks Pembangunan Digital Kota Tarakan masih berada di angka 3,65 persen, sementara rata-rata nasional berada di kisaran 5 persen. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya kolaboratif untuk mengejar ketertinggalan.

“Tarakan Youth Digital Literacy Lab kami desain sebagai ruang produksi intelektual, agar IMM tidak hanya terlihat aktif, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah,” tambahnya.

Ainulyansyah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan.

Rangkaian DAM dan PID Nasional IMM Kaltara dijadwalkan berlangsung selama satu pekan. Dalam waktu tersebut, peserta juga akan melakukan silaturahmi dan kunjungan ke sejumlah tokoh daerah untuk memperoleh masukan dan arahan.

Kegiatan ini menghadirkan Master of Training DAM, yang juga Ketua Umum DPD IMM Sulawesi Selatan, Adrian Al-Fatih, serta Master of Training PID yang juga Ketua Zona 5 Pengkaderan Kalimantan, Tommy I.S.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses