Tanjung Selor, MK – Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., bersama para kepala desa dari 74 desa se-Kabupaten Bulungan melaksanakan penanaman pohon buah endemik Kalimantan di kawasan Kebun Raya Bunda Hayati, Kabupaten Bulungan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kebersamaan pemerintah daerah bersama pemerintah desa, sekaligus sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mewariskan manfaat bagi generasi mendatang.
Bupati Bulungan Syarwani menyampaikan, penanaman pohon buah endemik ini bukan semata-mata untuk dinikmati hasilnya oleh generasi saat ini, tetapi menjadi simbol ikatan dan kepedulian pemerintah daerah serta pemerintah desa terhadap anak cucu di masa depan.
“Yang kita lakukan hari ini bukan untuk diri kita yang berharap bisa memanennya. Mudah-mudahan ini menjadi tanda ikatan kita sebagai pemerintah daerah dan pemerintah desa kepada anak cucu kita ke depan. Tujuan kita adalah meninggalkan sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi anak-anak dan cucu kita di Kabupaten Bulungan,” ujar Bupati.
Menurutnya, keberadaan Kebun Raya Bunda Hayati tidak hanya menjadi milik pemerintah daerah, tetapi merupakan milik bersama seluruh masyarakat Bulungan, termasuk 74 desa yang ditandai dengan penanaman pohon di kawasan tersebut.
“Keberadaan kita menanam di Kebun Raya Bunda Hayati ini menandakan bahwa kebun ini bukan hanya milik pemerintah daerah, tetapi milik 74 desa yang ada di Kabupaten Bulungan,” ungkapnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala desa yang tetap antusias mengikuti kegiatan tersebut di tengah padatnya rangkaian agenda. Ia menilai, kegiatan bersama ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan soliditas antara pemerintah daerah dan pemerintah desa.
Selain penanaman pohon, rangkaian kegiatan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pemerintahan desa melalui kegiatan retret yang diikuti para kepala desa. Dalam kegiatan tersebut, para kepala desa mendapatkan berbagai materi dan berbagi pengalaman dari sejumlah narasumber terkait tata kelola pemerintahan desa, pengelolaan keuangan desa, serta inovasi pembangunan desa sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Bupati Syarwani juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bulungan untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan desa, termasuk terkait masa purna tugas kepala desa. Pemerintah daerah, kata dia, tengah mempersiapkan regulasi baru yang akan menjadi landasan dalam mengatur berbagai hal terkait penyelenggaraan pemerintahan desa.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengajak seluruh kepala desa untuk memiliki visi dan frekuensi yang sama dalam membangun Kabupaten Bulungan, khususnya dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya pengembangan potensi desa melalui konsep satu desa satu produk serta penguatan ketahanan pangan melalui pembangunan kawasan pangan yang terintegrasi.
“Pengelolaan pangan di desa tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga harus memiliki orientasi ekonomis. Hasil produksi yang dihasilkan masyarakat harus mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Bupati juga mendorong optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai wadah untuk mengelola berbagai potensi dan kegiatan ekonomi di desa.
Ia menegaskan, visi Kabupaten Bulungan adalah “Berdaulat, Unggul melalui Pembangunan Hijau yang Berkelanjutan”, yang dijabarkan dalam lima misi dan 15 program prioritas serta lima koridor pembangunan.
Menurutnya, pembangunan berkelanjutan tidak hanya berbicara mengenai hutan maupun nilai ekonomi dari perdagangan karbon, tetapi juga tentang upaya menjaga dan merawat kawasan serta lingkungan agar tetap sehat bagi generasi mendatang.
“Kita harus bersama-sama menjaga kawasan dan lingkungan yang ada di Kabupaten Bulungan. Ada atau tidak ada nilai ekonomi ke depan, kita telah melakukan langkah untuk menyiapkan dan menciptakan lingkungan serta iklim yang sehat bagi anak cucu kita,” tuturnya.
Bupati berharap semangat kebersamaan antara pemerintah daerah dan pemerintah desa dapat terus diperkuat dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Bulungan yang berkelanjutan. Penanaman pohon buah endemik di Kebun Raya Bunda Hayati diharapkan menjadi salah satu simbol warisan positif yang dapat dinikmati dan dilanjutkan oleh generasi penerus di Kabupaten Bulungan. (**)

