TARAKAN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Tarakan melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan memperketat pengawasan pemotongan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jalan Aki Balak, Tarakan Barat, menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Tarakan, Paulus, mengatakan pengawasan dilakukan secara ketat untuk memastikan daging hewan kurban yang dikonsumsi masyarakat aman dan layak.
“Kalau saat pemotongan, pemulitan itu dilihat. Kalau ada yang cacat atau segala, ya itu kita langsung berikan pemahaman kepada yang punya,” ujar Paulus saat ditemui di RPH Jalan Aki Balak, Rabu (27/5/2026).
Ia menjelaskan, apabila ditemukan bagian hewan yang mengalami kelainan atau tidak layak konsumsi, maka hanya bagian tersebut yang akan disarankan untuk tidak dikonsumsi. Namun, petugas juga akan melihat kondisi keseluruhan hewan.
“Kalau itu ya nggak bisa dikonsumsi. Hanya bagian-bagian yang itu saja, tetapi kita melihat juga kondisinya. Kalau misalnya semuanya bermasalah dan ada berpengaruh ke yang lain, ya kita sarankan untuk tidak dikonsumsi,” jelasnya.
Menurut Paulus, pengawasan di RPH dilakukan secara intensif karena tingginya aktivitas pemotongan hewan kurban. Saat ini, terdapat 11 petugas yang bertugas melakukan pengawasan di lokasi tersebut.
“Makanya itu yang kita jaga ketat, khususnya di RPH ini. Kita kalau di RPH ini ada 11 orang,” katanya.
Selain pengawasan internal dari dinas, DKPP juga tetap melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian terkait pemantauan distribusi dan pengawasan hewan kurban di lapangan.
Ia menyebut, keterlibatan kepolisian sebelumnya dilakukan bersama Satgas Pangan Nasional untuk memastikan ketersediaan stok dan kesesuaian distribusi pangan.
“Koordinasi kita jalan ke polisi dari awal bulan untuk pengawasan dan pemantauan. Kalau yang kemarin kepolisian dilibatkan itu saat Satgas Pangan Nasional untuk memastikan ketersediaan stok dan penjualan,” ungkapnya.
Sementara itu, berdasarkan data sementara DKPP Tarakan, jumlah sapi yang masuk dan tercatat dalam sistem bersama stok sebelumnya mencapai 1.494 ekor.
“Kalau di data kita yang masuk itu semua dengan stok yang sudah ada itu 1.494,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan seluruh hewan tersebut akan dipotong saat Iduladha. DKPP masih akan melakukan pemantauan di lapangan hingga akhir pekan untuk mengetahui jumlah hewan yang telah dipotong maupun yang masih tersisa.
“Nanti kita lihat di lapangan setelah mungkin Jumat rampung data-datanya atau Sabtu kita lihat berapa persen yang terpotong, yang tersisa, atau malah pas-pasan,” pungkasnya.

