TARAKAN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Tarakan mengerahkan sebanyak 33 petugas untuk melakukan pengawasan pemotongan hewan kurban di seluruh wilayah Tarakan selama Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Tarakan, Paulus, mengatakan hingga Rabu (27/5/26), jumlah pendaftar pemotongan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jalan Aki Balak, Tarakan Barat, tercatat sebanyak 60 peserta.
“Kalau yang mendaftar itu 60, cuman yang baru datang sapinya ini baru 21. Kemungkinan mungkin akan menyusul setelah salat Iduladha,” ujar Paulus.
Ia menjelaskan, proses pendaftaran telah dibuka sejak beberapa hari sebelumnya, baik secara langsung maupun melalui layanan daring menggunakan WhatsApp.
“Teman-teman standby mulai pagi di sini. Ada yang mendaftar langsung, ada juga yang lewat WA online. Jadi kami mengetahui berapa sapi dari masjid mana atau instansi mana yang mendaftar,” katanya.
Setelah proses pendaftaran, hewan kurban yang datang akan diberikan nomor registrasi untuk antrean pemotongan. Pada hari pelaksanaan, peserta yang telah terdaftar wajib melapor kepada petugas dengan membawa nomor pendaftaran.
“Nanti yang datang duluan dan sudah mendaftar membawa nomor pendaftarannya untuk antre masuk pemotongan. Ini sudah yang ke-9 mulai dari jam 9 pagi,” jelasnya.
Paulus menegaskan, seluruh hewan kurban yang masuk telah melalui pemeriksaan kesehatan dan kelayakan sesuai syariat Islam melalui pemeriksaan antemortem sebelum disembelih.
“Mulai dari gigi, umur, kecacatan, kesehatannya sudah diperiksa semua,” ungkapnya.
Selain itu, DKPP juga melakukan pemeriksaan postmortem setelah pemotongan untuk memastikan daging dan organ hewan aman dikonsumsi masyarakat.
“Postmortem itu setelah pemotongan, biasanya pengambilan sampel dari hati untuk diperiksa apakah layak konsumsi atau tidak,” katanya.
Ia menyebut, pengawasan dilakukan tidak hanya di RPH, tetapi juga di masjid dan lokasi pemotongan hewan kurban lainnya di seluruh kelurahan di Kota Tarakan.
“Petugas kita hari ini itu 33 orang, tersebar ke semua kelurahan. Nanti mereka melihat masjid-masjid mana yang ada info pemotongan, setelah itu akan bergeser sampai semuanya terpantau,” ujarnya.
Berdasarkan data tahun lalu, jumlah hewan kurban yang dipotong mencapai 1.125 ekor. DKPP berharap jumlah tersebut meningkat pada tahun ini, meski masih menunggu laporan lengkap dari lapangan.
“Kalau tahun lalu 1.125 ekor. Kita harapkan ada peningkatan tahun ini, tapi kita belum tahu kondisi di lapangan seperti apa. Mungkin Jumat baru bisa ditentukan,” tuturnya.
Paulus menambahkan, hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus penyakit serius pada hewan kurban yang diperiksa. Namun, petugas tetap mewaspadai potensi penyakit seperti cacing hati dan kecacatan pada hewan.
“Kalau sampai hari ini aman semuanya. Yang diwaspadai biasanya cacing hati dan kecacatan,” pungkasnya.

