Begadang Bersama Masyarakat, Ibrahim Ali Jadikan Final Piala Dunia Ajang Merawat Kebersamaan di Tana Tidung

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Dingin dini hari tak mampu meredam semangat ribuan warga yang memadati Stadion Mini RTH H. Joesoef Abdullah untuk menyaksikan partai puncak Piala Dunia 2026. Di tengah lautan suporter yang larut dalam euforia sepak bola, Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali memilih berada di tengah masyarakat, menikmati setiap detik pertandingan hingga peluit akhir berbunyi.

Didampingi Wakil Bupati Sabri, Ketua DPRD, Komandan Kodim (Dandim) 0914/Tana Tidung Letkol Arm Raden Florensius Ferdian Ricarda, S.T., M.I.P., Kapolres Tana Tidung AKBP Eko Nugroho, S.I.K., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kepala perangkat daerah, Ibrahim Ali mengajak masyarakat menggelar nonton bareng (nobar) laga final yang mempertemukan Spanyol melawan Argentina.

Sejak layar raksasa mulai menayangkan pertandingan, suasana berubah menjadi pesta rakyat. Sorak sorai, tepuk tangan, hingga teriakan penuh harap bergema setiap kali kedua tim melancarkan serangan.

Tak ada sekat antara pemimpin dan masyarakat malam itu. Ibrahim Ali tampak membaur dengan warga. Dandim 0914/Tana Tidung dan Kapolres Tana Tidung pun terlihat menikmati jalannya pertandingan bersama masyarakat, mencerminkan sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan warga yang terjalin hangat dalam suasana penuh kekeluargaan.

Atmosfer semakin memuncak ketika Spanyol akhirnya memastikan kemenangan tipis 1-0 atas Argentina. Gol penentu kemenangan disambut ledakan kegembiraan dari para pendukung La Roja yang langsung berdiri, bertepuk tangan, bahkan saling berpelukan. Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Spanyol meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya.

Bagi Ibrahim Ali, pertandingan sepak bola hanyalah bagian dari cerita malam itu. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana olahraga mampu menyatukan masyarakat tanpa memandang usia, latar belakang, maupun pilihan tim yang didukung.

“Dini hari tadi sangat seru sekali. Saya bersama Pak Wakil Bupati, Ketua DPRD, Dandim 0914/Tana Tidung, Kapolres Tana Tidung, dan masyarakat berkumpul di Stadion Mini RTH H. Joesoef Abdullah untuk nonton bareng Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina. Kemeriahan yang luar biasa, ditambah antusias penonton begitu bergelora saat masing-masing memberikan dukungan terbaik untuk tim jagoannya,” ungkap Ibrahim Ali.

Ia menilai kegiatan nobar menjadi ruang sederhana namun bermakna untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Di tengah kesibukan masing-masing, kebersamaan seperti ini menjadi momen yang mampu mempererat silaturahmi dan membangun rasa memiliki terhadap daerah.

“Momen nobar seperti ini bukan sekadar tentang sepak bola. Ini adalah ruang berharga untuk kita mempererat tali silaturahmi, menjaga kebersamaan, dan memupuk kekompakan antar warga,” ujarnya.

Tak hanya menyuguhkan pertandingan kelas dunia, pemerintah daerah juga menghadirkan hiburan dan pembagian door prize yang semakin menambah semarak suasana. Warga yang hadir memenuhi kawasan RTH mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib hingga pertandingan usai menjelang pagi.

Antusias Warga Menyaksikan Nobar Final Piala Dunia 2026

 

Kehadiran unsur Forkopimda, khususnya Dandim 0914/Tana Tidung dan Kapolres Tana Tidung, semakin memperlihatkan kuatnya sinergi lintas instansi dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang sederhana namun penuh makna. Kebersamaan yang terjalin malam itu menjadi gambaran bahwa olahraga mampu menjadi pemersatu seluruh elemen daerah.

Di penghujung acara, Ibrahim Ali menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah menjaga ketertiban dan bersama-sama menciptakan suasana yang aman serta penuh kehangatan.

“Terima kasih untuk seluruh masyarakat yang sudah hadir memadati RTH dengan tertib dan ikut meramaikan acara yang juga dipenuhi hiburan serta pembagian door prize. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga dan bisa kita hadirkan lagi dalam berbagai kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat Tana Tidung,” tutupnya.

Malam itu, trofi Piala Dunia memang dibawa pulang Spanyol. Namun bagi masyarakat Tana Tidung, kemenangan sesungguhnya adalah kebersamaan yang terjalin di bawah langit dini hari, ketika pemimpin daerah, TNI, Polri, dan masyarakat duduk berdampingan, menikmati pertandingan yang sama dan merayakan persatuan dalam satu semangat: Tana Tidung yang rukun dan kompak. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses