JAKARTA — Gaya hidup Deputi II Bidang Materi dan Diseminasi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Timothy Ivan Triyono menjadi sorotan di media sosial. Sejumlah unggahan mempertanyakan kepemilikan barang-barang bernilai tinggi hingga penggunaan pengawalan yang dikaitkan dengan Timothy sebagai pejabat publik.
Sorotan tersebut salah satunya disampaikan akun Instagram @Opposite6890.recon. Akun itu mengunggah sejumlah foto dan informasi yang diklaim memperlihatkan gaya hidup Timothy, mulai dari tas bernilai puluhan juta rupiah, gelang yang disebut bernilai ratusan juta rupiah, barang bermerek, perjalanan, hingga kehidupan glamor bersama pasangannya.
Akun tersebut juga menyoroti penggunaan pengawalan atau Patwal yang dikaitkan dengan Timothy. Penggunaan fasilitas tersebut kemudian dipersoalkan dalam unggahan itu dengan mempertanyakan urgensinya bagi seorang pejabat di lingkungan Bakom.
Namun, nilai maupun kepemilikan barang-barang yang ditampilkan dalam unggahan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Demikian pula dengan konteks penggunaan pengawalan yang ditampilkan sehingga belum dapat dipastikan apakah fasilitas tersebut digunakan secara pribadi maupun berkaitan dengan pelaksanaan tugas kedinasan.
Timothy diketahui saat ini menjabat sebagai Deputi II Bidang Materi dan Diseminasi Bakom RI. Jabatan tersebut juga tercantum dalam sejumlah publikasi media pada September 2026.
Selain menyoroti gaya hidup, @Opposite6890.recon turut mengangkat kembali nama Timothy dalam perkara suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung yang sebelumnya ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Nama Timothy memang tercantum dalam dokumen perkara tersebut. Putusan pengadilan memuat keterangan mengenai pertemuan Timothy dengan Dadan Tri Yudianto serta perkenalan Dadan dengan Heryanto Tanaka, deposan KSP Intidana yang ketika itu tengah menghadapi persoalan hukum. Dalam persidangan, Timothy memberikan keterangan dalam kapasitas sebagai saksi.
KPK juga pernah memeriksa Timothy untuk mendalami pengetahuannya terkait dugaan aliran uang dalam perkara tersebut. Saat itu, KPK menyatakan pemeriksaan dilakukan terhadap Timothy sebagai saksi.
Dokumen putusan pengadilan juga mencatat adanya setoran tunai sebesar Rp 200 juta atas nama Timothy Ivan Triyono ke rekening penampungan KPK pada 12 Januari 2023. Dalam dokumen tersebut, uang Rp 200 juta itu tercatat dirampas untuk negara.
Meski demikian, keberadaan nama Timothy dalam rangkaian perkara tersebut tidak dapat serta-merta diartikan bahwa dirinya berstatus tersangka atau terpidana. Timothy sebelumnya memberikan klarifikasi bahwa dirinya menjalani pemeriksaan sebagai saksi dan membantah terlibat dalam peristiwa suap-menyuap.
Tak hanya menyinggung perkara lama tersebut, @Opposite6890.recon juga melontarkan tudingan mengenai pengelolaan anggaran di lingkungan Bakom.
Dalam unggahannya, akun tersebut menuding adanya manipulasi anggaran yang disebut melibatkan sebuah pihak bernama Mutual Agency. Akun itu juga mengklaim terdapat anggaran belanja media untuk NTV senilai Rp 1,5 miliar yang kemudian dialihkan atau dibagikan kepada sejumlah agensi lain.
Tudingan mengenai Mutual Agency dan anggaran Rp 1,5 miliar tersebut merupakan klaim yang disampaikan @Opposite6890.recon. Hingga berita ini ditulis, belum ditemukan dokumen penegak hukum ataupun keterangan resmi dari KPK dan Kejaksaan yang membuktikan tudingan tersebut.
Karena itu, tudingan mengenai dugaan penyimpangan anggaran tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut, termasuk penjelasan dari Bakom, Timothy, maupun pihak-pihak yang disebut dalam unggahan.
Dalam daftar yang diunggah juga memperlihatkan, sejumlah barang disebut memiliki nilai fantastis. Di antaranya Cartier Love Bracelet yang dicantumkan senilai US$7.950, Idylle Blossom Multi-Motif Bracelet sekitar Rp139 juta, Small Lady Dior Bag sekitar Rp115 juta, serta Mini Lady Dior Bag sekitar Rp96 juta.
Selain itu, unggahan tersebut mencantumkan Gucci GG Marmont Mini Shoulder Bag senilai sekitar Rp47,8 juta, 30 Montaigne East-West Bag sekitar Rp60 juta, Avenue Slingbag sekitar Rp42 juta, hingga sejumlah produk Dior dan Fendi.
Sorotan terhadap gaya hidup Timothy pada akhirnya menempatkan transparansi pejabat publik menjadi perhatian. Terlebih, posisi Timothy berada di lembaga pemerintah yang memiliki fungsi strategis dalam menyampaikan informasi dan komunikasi pemerintah kepada masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh tanggapan Timothy maupun Bakom terkait unggahan @Opposite6890.recon mengenai barang-barang yang dikaitkan dengan Timothy, penggunaan pengawalan, maupun tudingan mengenai pengelolaan anggaran tersebut.

