“Apabila ada permasalahan antara masyarakat dengan calon investor. Kita sebagai pemerintah harus dapat menyelesaikan persoalannya. Agar para investor tetap dapat berinvestasi di daerah kita. Saya yakin dengan geraek cepat dan niat yang tulus, semua persoalan yang dihadapi, Insya Allah akan teratasi,”terangnya.

Selain itu, Gubernur juga meminta kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan SKK Migas agar ikut membantu memperhatikan proyek tersebut. Utamanya dalam hal perizinan. Sebab, ke depannya LNG tersebut dapat diekspor sehingga akan menambah devisa negara.

“Pembangunan kilang pengolahan gas alam cair ini mempunyai risiko tinggi, sehingga bupati dan jajarannya dapat membantu menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak mendekati areal kerja,”jelasnya.

LNG adalah gas metana dengan komposisi 90 persen metana (CH4) yang dicairkan pada tekanan atmosferik dan suhu -163 derajat celcius. Sebelum proses pencairan, gas harus menjalani proses pemurnian terlebih dahulu untuk menghilangkan kandungan senyawa yang tidak diharapkan seperi CO2, H2S, Hg, H2O dan hidrokarbon berat. Proses tersebut akan mengurangi volume gas menjadi lebih kecil 600 kali. Penyusutan ini membuat LNG mudah ditransportasikan dan dalam jumlah yang lebih banyak.

LNG ditransportasikan melalui kapal-kapal ke terminal-terminal LNG dan disimpan di tangki dengan tekanan atmosferik. Kemudian LNG dikonversi kembali menjadi gas dan disalurkan melalui sistem transmisi. (el.r/dkisp)