Harapan Nirmawati di Balik Langkah Sulaiman Menempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa dan siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi II Tarakan resmi dimulai, Rabu (7/10/26). Sejumlah orang tua turut mengantarkan anak mereka untuk mengikuti hari pertama kegiatan di sekolah tersebut.

Salah satunya Nirmawati, warga RT 17, Kelurahan Juata Laut, Tarakan. Ia mengantarkan putra bungsunya, Sulaiman, yang mulai mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

Sulaiman sebelumnya bersekolah di SD 048 Juata Laut dan telah duduk di kelas II. Namun, ia sempat tinggal kelas setelah harus mengikuti Nirmawati pulang kampung dalam waktu cukup lama.

Kini, Sulaiman memilih melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat. Bagi Nirmawati, kesempatan tersebut menjadi harapan baru bagi pendidikan putra bungsunya.

“Ya, harapannya membahagiakan orang tua dan mewujudkan cita-citanya,” ujar Nirmawati saat ditemui media, Rabu (7/10/26).

Nirmawati merupakan ibu rumah tangga, sementara suaminya saat ini bekerja sebagai penjaga tambak. Sebelumnya, sang suami bekerja sebagai buruh angkut kayu dengan penghasilan yang tidak menentu.

Menurut Nirmawati, keluarganya mengetahui informasi mengenai Sekolah Rakyat dari seorang petugas yang selama ini membantu memberikan informasi terkait program bantuan kepada warga.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Nirmawati kemudian menyiapkan berbagai keperluan Sulaiman untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

Sulaiman merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Tiga kakaknya masing-masing lahir pada 2004, 2010, dan 2012. Ketiganya kini sudah tidak bersekolah dan menjalani aktivitas masing-masing.

Nirmawati mengungkapkan, sebelumnya ia sempat berupaya mendaftarkan anak-anaknya untuk kembali bersekolah. Namun, usia menjadi salah satu kendala.

“Awalnya saya daftar dulu di sana, bilang tidak bisa karena umurnya sudah lewat,” katanya.

Ia juga sempat menawarkan kepada anak-anaknya untuk mengikuti pendidikan melalui Sekolah Rakyat. Namun, ketiga anaknya memilih tidak melanjutkan pendidikan karena merasa kurang percaya diri dengan usia mereka.

“Tahu, awalnya dulu mau didaftar semua, tapi dia tidak mau. Malu, sudah besar,” ujarnya.

Berbeda dengan kakak-kakaknya, Sulaiman memilih mengambil kesempatan untuk kembali melanjutkan pendidikan di lingkungan sekolah yang baru.

Bagi Nirmawati, keputusan tersebut merupakan kesempatan yang patut disyukuri. Ia berharap Sulaiman dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan betah tinggal di asrama.

“Suami jaga tambak orang, itu pun baru jaga,” kata Nirmawati.

Ia menyebut pendapatan keluarga sebelumnya juga tidak menentu. Saat bekerja sebagai buruh angkut kayu, penghasilan suaminya terkadang hanya sekitar Rp500 ribu dalam sebulan, bergantung pada pekerjaan yang diperoleh.

“Kadang-kadang Rp500 ribu sebulan, kadang tidak sampai,” tuturnya.

Meski demikian, Nirmawati mengaku tetap menjalani kondisi tersebut dan berusaha memenuhi kebutuhan keluarga.

“Ya, alhamdulillah. Mau diapakan. Kadang-kadang tidak cukup satu bulan,” ujarnya.

Sementara terkait keputusan Sulaiman untuk tinggal di asrama selama mengikuti pendidikan, Nirmawati mengaku tidak keberatan. Ia memahami bahwa selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, putranya akan tinggal di asrama dan tidak dapat bertemu setiap hari.

Nirmawati mengatakan, orang tua tetap memiliki kesempatan mengunjungi anak pada waktu yang telah ditentukan, yakni pada Sabtu dan Minggu. Orang tua juga diperbolehkan membawa makanan untuk anak, meski tidak diperkenankan masuk ke dalam area asrama.

“Cuma bisa hari Sabtu dan Minggu. Bisa bawa makanan, tapi tidak boleh masuk asrama, di luar saja. Makannya di luar,” jelasnya.

Sebelum mengantarkan Sulaiman ke sekolah, Nirmawati juga menyiapkan sejumlah perlengkapan untuk kebutuhan putranya selama tinggal di asrama.

Perlengkapan tersebut di antaranya dua celana panjang, dua celana pendek, empat baju, dua baju muslim, serta pakaian olahraga.

Hari pertama MPLS menjadi awal baru bagi Sulaiman untuk kembali menjalani pendidikan. Bagi Nirmawati, kesempatan tersebut diharapkan dapat menjadi jalan bagi putra bungsunya untuk terus belajar dan meraih cita-cita.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses