TARAKAN – Progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Tarakan saat ini mencapai sekitar 70 persen. Sejumlah fasilitas utama telah tersedia dan mulai dipersiapkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar peserta didik.
Plt. Satuan Kerja (Satker) Kementerian Pekerjaan Umum, Bid Handoro, mengatakan progres tersebut mencakup sejumlah bangunan yang menjadi bagian dari kompleks SRT 2 Tarakan.
“Untuk saat ini progres Sekolah Rakyat Kota Tarakan itu sudah 70 persen,” ujar Bid Handoro saat ditemui di lokasi pembangunan SRT 2 Tarakan.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah bangunan yang dikejar penyelesaiannya agar dapat segera difungsikan. Bangunan tersebut meliputi gedung SD, SMA, SMP, asrama putri SMP, kantin asrama putri/putra, gedung ibadah, dan dapur.
Menurut Bid, gedung SMA dan SMP memiliki kapasitas sekitar 270 peserta didik dengan total sembilan rombongan belajar (rombel). Setiap rombel diperkirakan menampung sekitar 35 siswa.
Namun, secara keseluruhan SRT 2 Tarakan dirancang memiliki kapasitas hingga sekitar 1.260 peserta didik.
Dari sisi fasilitas, Bis menyebut sejumlah sarana pendukung telah tersedia, di antaranya gedung ibadah, dapur, laboratorium pada masing-masing kelas, serta ampiteater yang digunakan dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Untuk fasilitas sanitasi, ia menjelaskan bahwa pada gedung sekolah tersedia kamar mandi yang diperuntukkan bagi peserta didik laki-laki dan perempuan. Sementara di area asrama juga telah disiapkan fasilitas kamar mandi yang disesuaikan dengan kapasitas penghuni.
Adapun perlengkapan belajar seperti meja dan kursi, menurut Bid, telah tersedia dan siap digunakan.
“Sudah, sudah ready semua,” katanya.
Meski progres pembangunan telah mencapai 70 persen, masih terdapat sejumlah fasilitas yang dalam proses pengerjaan.
Bid menyebut pembangunan yang masih dikebut antara lain gedung serbaguna (GSG), rumah susun (rusun) guru, asrama putra dan putri untuk jenjang SD, asrama putra dan putri SMA, gedung SD, kantin SD dan SMA, serta guest house.
“Masih kami kejar progres ini,” ujarnya.
Ia menargetkan seluruh pekerjaan pembangunan dapat diselesaikan sebelum akhir Desember 2026.
“Kami usahakan sebelum akhir Desember bisa selesai semuanya,” kata Bid.
Sementara itu, karena fasilitas asrama SD belum selesai, sebagian peserta didik sementara ditempatkan di asrama putra dan putri jenjang SMP.
Penempatan sementara tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas asrama yang tersedia, sembari menunggu pembangunan fasilitas asrama SD rampung.
Terkait anggaran pembangunan, Bid menyebut nilai pagu yang tersedia saat ini sekitar Rp250 miliar. Menurutnya, belum terdapat tambahan anggaran karena pagu pembangunan telah ditetapkan.
“Untuk sekarang itu sekitar Rp250 miliar. Tidak ada tambahan lagi karena memang pagunya sudah sebesar itu dan sudah dikunci,” jelasnya.
Ia memastikan pelaksanaan pembangunan mengacu pada Detail Engineering Design (DED) yang telah disiapkan.
“Pembangunannya juga sudah sesuai dengan DED. Betul, sudah disediakan DED,” pungkasnya.

