TARAKAN – Rangkaian kegiatan Tandu Tanjung Arsitektur kelima memasuki tahap akhir setelah para peserta menjelajahi berbagai wilayah di Pulau Kalimantan. Kalimantan Utara menjadi bagian dari perjalanan tersebut untuk menggali keterkaitan antara arsitektur, budaya, dan kehidupan masyarakat.
Kedatangan Ikatan Arsitektur Indonesia ini disambut hangat oleh Walikota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes di ruang serbaguna Pemkot Tarakan sekaligus ramah tamah pada Senin malam (24/8/26).
Perwakilan rombongan, Dr. Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.Eng., mengatakan kehadiran mereka di Kalimantan Utara merupakan rangkaian terakhir dari perjalanan menjelajahi Borneo.
“Secara lengkap kami ada di sini untuk mencari benang merah tentang arsitektur, budaya, dan apa pun yang kami coba temukan hari ini,” ujarnya.
Ia menyebut rombongan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Papua, Sumatera, Sulawesi, Jawa hingga Jakarta.
Menurutnya, keberagaman peserta tersebut menunjukkan bahwa kegiatan Tandu Tanjung Arsitektur telah menjadi ruang pertemuan berskala nasional untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai arsitektur serta budaya Nusantara.
“Kami merasa bangga kalau ternyata kegiatan ini menjadi kegiatan berskala nasional,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk para pimpinan perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan peserta sekaligus memperkuat pemahaman terhadap kekayaan arsitektur dan budaya di berbagai wilayah Indonesia, khususnya Kalimantan Utara.

