TARAKAN – Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes yang saat ini tengah menunaikan ibadah haji bersama sang istri tercinta di Tanah Suci, mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia khususnya Jama’ah Asal Tarakan agar mempersiapkan perlengkapan secukupnya menjelang keberangkatan menuju Arafah untuk menjalani puncak ibadah haji 1447 Hijriah.
Menurut dr. Khairul, seluruh jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai diberangkatkan menuju Arafah pada 8 Dzulhijjah 1447 H atau bertepatan dengan 25 Mei 2026. Rangkaian ibadah tersebut meliputi wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah, mabit di Muzdalifah dan Mina, hingga melontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.
“Rangkaian prosesi ibadah ini akan berlangsung selama lima hingga enam hari, tergantung jemaah mengambil nafar awal atau nafar tsani. Karena waktu dan tempat yang berpindah-pindah serta kondisi tidur di dalam tenda, maka perlengkapan yang dibawa sebaiknya tidak terlalu banyak namun tetap memenuhi kebutuhan,” ujar dr. Khairul dalam keterangannya di Makkah Al-Mukarramah, Minggu (24/5/26).
Ia menjelaskan, jemaah disarankan membawa satu lembar pakaian ihram cadangan untuk mengantisipasi apabila pakaian ihram yang digunakan terkena najis. Selain itu, pakaian ganti setelah tahallul cukup disesuaikan dengan pilihan nafar awal atau nafar tsani.
Untuk menjaga kondisi kesehatan selama berada di Armuzna, dr. Khairul juga mengimbau jemaah membawa perlengkapan mandi praktis, masker, obat-obatan rutin bagi penderita penyakit tertentu seperti hipertensi dan diabetes melitus, serta vitamin tambahan.
“Cuaca di Tanah Suci cukup panas, sehingga jemaah juga dianjurkan membawa payung, tumbler, botol spray, pelembab kulit dan bibir, serta makanan ringan,” katanya.
Selain itu, ia menyarankan penggunaan sepatu karet atau sepatu kets beserta kaos kaki setelah lepas ihram, khususnya saat perjalanan menuju lokasi lontar jumrah yang memiliki jarak tempuh cukup jauh.
“Kalau menggunakan sandal, dikhawatirkan kaki jemaah lecet karena jarak perjalanan ke Jamarat bisa mencapai sekitar delapan kilometer pulang-pergi,” jelasnya.
Tak kalah penting, dr. Khairul mengingatkan jemaah untuk selalu membawa identitas diri berupa kartu Nusuk, gelang Armuzna, dan kartu maktab atau tenda selama menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Rangkaian ibadah Armuzna bagi jemaah nafar awal dijadwalkan berakhir pada 12 Dzulhijjah 1447 H atau 29 Mei 2026. Sementara bagi jemaah yang mengambil nafar tsani akan berakhir pada 13 Dzulhijjah 1447 H atau 30 Mei 2026.
Di tengah pelaksanaan ibadah hajinya bersama sang istri, dr. Khairul juga mengajak seluruh jemaah untuk memperbanyak talbiyah dan menjaga kekhusyukan ibadah selama berada di Tanah Suci.
“Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaika Laa Syariika laka Labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulk, laa syariika lak,” tutupnya.

