Reggio Emilia, MK – Juventus kalah dari Sassulo lewat gol di menit akhir. Gaya bertahan Bianconeri saat kejebolan jadi pembahasan di media sosial.
Juventus pulang dari Mapei Stadium, Senin (14/9) dini hari WIB tanpa poin. Si Nyonya Tua kalah 2-3 oleh Jay Idzes dkk.
Gol Vasilie Adzic memastikan Juventus tumbang. Sepakan pemain yang sedianya tengah dipinjamkan ke Sassuolo itu malah membuat Juventus tumbang.
Netizen kemudian menyoroti bagaimana gol bisa tercipta. Di menit ke-94, aksi bertahan Juventus dinilai terlalu lemah.
Serangan balik Sassulo dinilai harusnya mudah diredam. Douglas Luiz, yang menjaganya, juga dinilai terlalu lemah mengantisipasi pertahanan Juventus.
Sorotan itu membuat tudingan pengaturan skor merebak di media sosial. Banyak yang menganggap gaya bertahan Juventus sangat lemah dan terkesan ‘membiarkan’ gawangnya dibobol.
Perdebatan kemudian muncul. Beberapa setuju dengan tudingan tersebut, namun tak sedikit pula yang menyebut pemain Juventus cuma kelelahan.
“Saya tak tahu apakah ini diatur, tapi bek meninggalkan ruang agar tembakan dilepaskan,” cuit netizen.
“Ini pertandingan yang diatur, tak perlu dijelaskan lagi,” timpal netizen lain.
“Dari gerak tubuhnya, itu sepertinya pemain kelelahan,” bela netizen lain.
“Juventus berusaha bangkit di pertandingan ini. Saya yakin mereka cuma sangat kelelahan di akhir pertandingan,” komentar netizen lain.
Pelatih Luciano Spalletti juga menyoroti kekalahan Juventus. Ia menyadari timnya membiarkan banyak ruang terbuka, yang bisa dimaksimalkan Sassuolo.
“Dua gol kebobolan kami terjadi karena kami kehilangan keseimbangan, tetapi hal itu disebabkan oleh keinginan kami untuk membalikkan keadaan dalam pertandingan yang telah menjadi rumit-dan kami memang pantas untuk membalikkan keadaan itu,” kata Spalletti, melansir Goal.
“Memang benar Juve tidak boleh membiarkan lapangan terbuka seperti yang mereka lakukan, tetapi mereka melakukannya demi memenangkan pertandingan, dan peluang itu memang ada.”
“Pilihan yang mudah adalah tetap menjaga keseimbangan dan menghindari kekalahan; mencoba untuk menang, seperti yang kami lakukan, adalah jalan yang lebih sulit, tetapi itu adalah pendekatan yang saya hargai. Kami gagal menyelesaikan serangan dan akhirnya kalah dalam pertandingan yang menyakitkan dan harus dibayar dengan harga yang mahal,” katanya.
Hasil itu jadi kekalahan pertama Juventus di Serie A musim ini, dan sementara tertahan di peringkat 8 klasemen Liga Italia dengan 7 poin. Sassulo di bawahnya dengan raihan poin yang sama.
(yna/krs)

