Komite Sekolah Dorong Pendirian Kantin Sehat SMP N 1 Nunukan, Perhatikan Kebutuhan 853 Siswa

by Admin Kaltara

Nunukan, MK – Komite Sekolah SMP Negeri 1 Nunukan mendorong Pemerintah Kabupaten Nunukan segera merealisasikan pembangunan kantin sehat untuk memenuhi kebutuhan makanan dan minuman bagi siswa, sekaligus memastikan jajanan yang dikonsumsi di lingkungan sekolah lebih terjamin kebersihannya.

Ketua Komite Sekolah SMPN 1 Nunukan, Yance Tambaru, mengatakan keberadaan kantin sehat menjadi kebutuhan penting, terutama karena siswa menjalani kegiatan belajar hingga sore hari. Sementara itu, sekolah saat ini belum memiliki kantin sehat yang dapat menjadi tempat siswa membeli makanan dan minuman dengan pengawasan yang memadai.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMP Negeri 1 Nunukan, Rabu (21/10/2026).

Menurut Yance, SMPN 1 Nunukan selama ini dikenal sebagai sekolah berprestasi yang telah melahirkan banyak siswa berprestasi. Namun, di balik capaian tersebut, pemenuhan kebutuhan dasar siswa selama mengikuti kegiatan belajar juga perlu mendapat perhatian.

“Selama ini kita mengenal SMPN 1 Nunukan sebagai sekolah juara dan sudah banyak melahirkan prestasi. Tetapi, ketika saya menjadi komite sekolah, saya melihat ada persoalan penting yang juga harus diperhatikan, yaitu kebutuhan anak-anak untuk mendapatkan makanan dan minuman yang sehat selama berada di sekolah,” ujarnya.

Ia menyebutkan, SMPN 1 Nunukan memiliki sekitar 853 siswa, di luar tenaga pendidik dan kependidikan. Dengan durasi belajar hingga pukul 15.00 WITA, kebutuhan makanan dan minuman selama berada di sekolah menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Selama ini, siswa yang ingin membeli makanan atau minuman harus berbelanja di luar lingkungan sekolah, kondisi tersebut membuat pihak sekolah dan komite memiliki keterbatasan dalam memantau kebersihan serta keamanan makanan yang dikonsumsi para siswa.

Yance juga menyoroti bahwa penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG) belum selalu dapat memenuhi kebutuhan siswa dalam setiap kondisi, selain kemungkinan makanan tidak sesuai dengan selera sebagian siswa, ia menyebut ada kalanya makanan tersebut tidak tersedia sehingga siswa perlu mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan makan mereka.

“Anak-anak kita belajar sampai sore, ketika makanan MBG tidak tersedia, mereka tetap membutuhkan makanan. Sementara sekarang anak-anak juga tidak selalu membawa bekal dari rumah, sehingga akhirnya mereka membeli jajanan di luar sekolah,” jelasnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu alasan komite mendorong agar kantin sehat segera dibangun di dalam lingkungan sekolah, dengan adanya fasilitas tersebut, pengawasan terhadap makanan yang dijual diharapkan dapat dilakukan lebih baik melalui kerja sama dengan instansi terkait.

Ia mengusulkan agar pengawasan keamanan pangan melibatkan Dinas Kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sesuai kewenangan masing-masing, sehingga makanan yang dijual kepada siswa memenuhi ketentuan kebersihan dan keamanan pangan.

Yance mengungkapkan, kekhawatiran terhadap keamanan jajanan di luar sekolah juga berkaitan dengan adanya kejadian dugaan keracunan makanan yang pernah terjadi sebelumnya. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah makanan yang menjadi penyebab kejadian tersebut telah teridentifikasi maupun bagaimana pemantauan terhadap jajanan di sekitar sekolah dilakukan selama ini.

“Kalau kantin sehat tersedia di dalam sekolah, pengawasan bisa lebih terarah. Kita dapat bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan makanan yang dijual kepada anak-anak lebih terjamin kebersihan dan keamanannya,” katanya.

Ia menambahkan, lingkungan SMPN 1 Nunukan dinilai memiliki ruang yang berpotensi dimanfaatkan untuk pembangunan kantin sehat. Karena itu, komite berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian melalui dukungan anggaran agar fasilitas tersebut segera diwujudkan.

Yance mengatakan, kebutuhan kantin sehat telah dibicarakan bersama pihak sekolah dan disampaikan kepada Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan, Sirajuddin, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan. Komite juga telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Bupati Nunukan.

Menurutnya, Bupati Nunukan memberikan dukungan terhadap usulan tersebut dan meminta Dinas Pendidikan memproses rencana pembangunan kantin sehat.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat menyisihkan anggaran untuk pembangunan kantin sehat ini agar segera direalisasikan. Kasihan anak-anak kita yang belajar sampai sore, karena mereka tetap membutuhkan makanan yang sehat dan aman selama berada di sekolah,” tuturnya.

Komite sekolah berharap pembangunan kantin sehat dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan di SMPN 1 Nunukan. Selain mendukung kenyamanan siswa selama belajar, keberadaan kantin yang dikelola dengan baik diharapkan membantu membangun kebiasaan konsumsi makanan yang lebih sehat sekaligus memberikan perlindungan bagi peserta didik.

Dengan demikian, perhatian terhadap siswa tidak hanya berfokus pada prestasi akademik dan kesiapsiagaan menghadapi bencana, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar serta kesehatan anak selama mengikuti kegiatan pendidikan. (**)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses