TANJUNG SELOR, MK — Akselerasi pembangunan infrastruktur air minum di Provinsi Kalimantan Utara terus dilakukan. Setelah penandatanganan kontrak konstruksi, Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Kalimantan Utara menggelar Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak atau Pre-Construction Meeting (PCM) untuk dua paket pekerjaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Kegiatan berlangsung selama dua hari, Kamis (11/6/2026) hingga Jumat (12/6/2026), bertempat di Kantor Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Utara.
PCM dilaksanakan sebagai tahapan awal sebelum pekerjaan fisik dimulai. Forum tersebut menjadi sarana koordinasi antara satuan kerja, penyedia jasa konstruksi, dan konsultan pengawas untuk menyamakan persepsi, memperjelas tanggung jawab masing-masing pihak, serta memastikan kesiapan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
“Rapat persiapan pelaksanaan kontrak ini menjadi tahapan penting sebelum pekerjaan dimulai. Melalui PCM, seluruh pihak dapat menyamakan persepsi, memperjelas mekanisme koordinasi dan pengawasan, serta memastikan pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai ketentuan kontrak,” ujar perwakilan Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Kalimantan Utara.
Dua paket pekerjaan yang dibahas dalam PCM tersebut masing-masing berada di Kabupaten Malinau dan Kabupaten Bulungan.
Pembangunan Jaringan Perpipaan SPAM Kuala Lapang
Sesi pertama dilaksanakan pada Kamis pagi untuk membahas Pembangunan Jaringan Perpipaan SPAM Kuala Lapang Kabupaten Malinau.
Kegiatan tersebut melibatkan penyedia jasa CV Satya Megah Konstruksi serta konsultan pengawas CV Patoya Indah KSO Indoplan Inti Patria. Pembahasan diarahkan pada kesiapan teknis dan administratif sebelum pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Pembangunan Jaringan Perpipaan SPAM Gunung Seriang
Sementara itu, PCM untuk Pembangunan Jaringan Perpipaan SPAM Gunung Seriang Kabupaten Bulungan dilaksanakan pada Jumat siang.
Paket pekerjaan tersebut melibatkan CV Mutiara Utama Construction sebagai penyedia jasa dan CV Atrium Arsitek Konsultan Perancang sebagai konsultan pengawas.
Dalam kedua sesi PCM, sejumlah agenda teknis dibahas secara menyeluruh. Di antaranya pematangan struktur organisasi proyek, kejelasan alur komunikasi, mekanisme pengawasan, penyesuaian jadwal pelaksanaan, mobilisasi peralatan, metode kerja, hingga rencana pemeriksaan lapangan bersama.
Aspek keselamatan konstruksi juga menjadi bagian penting dalam pembahasan melalui pemaparan dan penelaahan dokumen Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).
“Selain kesiapan teknis, aspek keselamatan konstruksi harus menjadi perhatian sejak awal. Setiap pihak harus memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga pekerjaan dapat berjalan aman, tertib, dan sesuai standar yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Melalui pelaksanaan PCM, Satker Pelaksanaan Cipta Karya Provinsi Kalimantan Utara mendorong agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap ruang lingkup pekerjaan, metode pelaksanaan, jadwal, serta mekanisme pengendalian proyek.
Persiapan yang matang diharapkan dapat meminimalkan potensi kendala teknis selama pelaksanaan konstruksi. Dengan demikian, pembangunan jaringan perpipaan pada kedua paket SPAM tersebut dapat berjalan sesuai target mutu dan waktu yang telah ditetapkan.
“Harapannya, koordinasi yang dibangun sejak tahap awal ini dapat mendukung kelancaran pekerjaan hingga selesai. Infrastruktur yang dibangun nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat nyata melalui peningkatan akses dan pelayanan air minum yang andal bagi masyarakat di Kabupaten Malinau dan Kabupaten Bulungan,” pungkasnya. (Fy/red)

