Mengenal Potensi Desa Mangkupadi

by Redaksi Kaltara

Oleh:

Rahman Putrayani, MM

Pemerhati Sosial Ekonomi Masyarakat Kaltara

DESA MANGKUPADI Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara merupakan salah satu Desa yang cukup luas dan mengandung banyak potensi. Baik dari sisi darat maupun lautnya.

Sebagai Desa yang terletak di wilayah pesisir timur Bulungan, Mangkupadi tentu memiliki potensi besar dari berbagai sektor. Contonya pada sektor Perikanan dan Kelautan, sektor Pariwisata, sektor Pertanian, Perkebunan dan Peternakan.

Namun, saat ini Desa Mangkupadi menjadi salah satu kawasan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 56 tahun 2018 terkait Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning – Mangkupadi.

Pada moment ini, saya ingin membahas dari sisi lain Mangkupadi. Terutama dari aspek pengembangan sektor perikanan dan kelautan yang selama ini dikelola oleh masyarakat setempat. Berdasarkan informasi warga setempat, khususnya di wilayah kampung baru, masyarakat sangat mengandalkan hasil nelayan mereka. Salah satu warga, pak Dar sebutannya menyampaikan kepada saya bahwa ada beberapa hasil laut yang cukup besar di wilayahnya, yakni berupa ikan asin, sotong, ikan putih, hingga ikan tuna sirip kuning.

Pantai Kelapa Desa Mangkupadi

Pak Dar menceritakan, sebenarnya untuk hasil laut kita cukup besar potensinya. Dia biasanya membawa orang untuk mancing di wilayahnya dari sore hingga besok paginya. Tapi kata dia, orang yang mancing kesitu paling lama jam 8 malam kapalnya sudah penuh dengan ikan, karena banyak sekali ikan disini.

“Sebelumnya juga di kampung baru pernah dilaksanakan lomba mancing oleh Dinas Pariwisata Pemprov Kaltara, Hasilnya luar biasa, bahkan ada ditangkap ikan dengan ukuran fantastis mencapai 23 Kg,” tuturnya.

Pak Dar juga menambahkan, pada musim tertentu para nelayan juga melimpah hasil tangkap seperti cumi/sotong yang kualitasnya lebih bagus dari tempat lain. Harganya juga sangat murah, untuk ukuran besar saja dikisaran Rp 5.000-10.000 per Kg-nya. Selain itu juga, masyarakat nelayan disitu banyak menghasilkan ikan asin.

Saya mencoba bertanya bagaimana dengan pasarnya/pembelinya? Pak Dar menyampaikan selama ini hasil tangkapan banyak dijual ke Tanjung Batu Kabupaten Berau. Alasannya karena lebih dekat jangkauannya, tapi ada juga pembeli yang datang menggunakan pick-up, katanya.

Untuk diketahui, pada bulan Januari-Maret adalah musim angin utara sebutan warga setempat, dimana pada musim ini gelombang cukup tinggi sehingga para nelayan tidak melaut. Sembari menunggu musim angin utara, biasanya para nelayan alih profesi dengan berkebun atau lainnya.

Potensi di sektor perikanan dan kelautan ini perlu diperhatikan dan dikembangkan oleh pemerintah mulai dari hulu hingga hilirnya. Jika ini dimaksimalkan, maka akan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Seperti pengembangan industri olahan hasil laut dan fasilitasi pemasaran produk.

Sementara disisi darat, Mangkupadi menyimpan banyak potensi unggulan seperti, perkebunan sawit, kelapa, merica/sahang, karet dan tanaman holtikultura.

Sektor pariwisata juga sangat menjanjikan, karena Mangkupadi memiliki pantai yang cantik dengan pasir putih, seperti di Karang Tigau. Di dalamnya terdapat terumbu karang yang bagus, sehingga menyimpan banyak biota laut bernilai. Namun, masih ada kendala yang perlu mendapat perhatian pemerintah yaitu infrastruktur jalan, karena banyak yang rusak dan khusus ke pantai Karang Tigau belum ada akses, kecuali menggunakan perahu atau speedboat.(*)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: