Ini Cara Mengelola Keuangan Saat Virus Corona

by Redaksi Kaltara

Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia memaksa masyarakat untuk tetap berdiam diri di rumah. Sebagai upaya preventif dalam menyikapi kebijakan ini, masyarakat harus bisa mempersiapkan diri dengan pintar dan efisien baik dari segi materiil maupun finansial.

Farah Dini Novita, Co-Founder and Vice-CEO Jouska Indonesia, saat hadir dalam acara Shopee bertema Bijak Finansial dengan #BelanjaDariRumah, mengatakan dalam menghadapi situasi yang tidak bisa dikontrol seperti sekarang, salah satu langkah paling penting yang diperhatikan adalah memiliki anggaran keuangan yang baik.

Menurutnya, saat masyarakat mampu mengatur keuangan maka akan mampu bertahan di tengah pandemi virus corona. Dia mengungkapkan bahwa masyarakat perlu bijak dalam mengatur pengeluaran, termasuk dalam membeli kebutuhan seperlunya dan tidak melakukan panic buying.

Farah pun membagikan tips bijak finansial yang dapat diikuti oleh masyarakat, antara lain:

  1. Penilaian terhadap profil risiko

Proses untuk mengetahui seberapa besar potensi risiko yang kita miliki membantu kita membuat strategi pencapaian atau goals. Untuk mengukur hal ini dapat melihat beberapa aspek seperti usia, jenis pekerjaan, status pernikahan, jumlah tanggungan, dan pengalaman investasi.

  1. Update posisi aset dan hutang

Setiap orang ingin menjadi kaya, kekayaan seseorang dapat diukur dari kekayaan bersih yang dimiliki (total aset dikurangi total hutang). Aset meliputi aset lancar, aset investasi, dan aset guna. Hutang terbagi menjadi dua berdasarkan jatuh temponya, jangka pendek dan jangka panjang.

  1. Catat pola pengeluaran

Untuk menambah kekayaan bersih, setiap orang perlu mengatur pola pengeluarannya karena total penghasilan dikurangi total pengeluaran merupakan sejumlah dana yang menjadi tabungan dan investasi yang nantinya akan menambah total kekayaan bersih. Pengeluaran dibagi menjadi 4 pos yaitu primer, kewajiban, sekunder dan tabungan/investasi.

  1. Ketahui tujuan keuangan

Tiga langkah diatas tidak akan berguna bila tidak ada tujuan keuangan yang jelas. Tujuan keuangan di sini dibagi menjadi dua yang sifatnya wajib dan tambahan. Dalam membuat tujuan perlu diperhatikan berapa jumlah yang ingin dicapai dan berapa lama target untuk mencapainya.

Sumber: finansial.bisnis.com

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: