TANJUNG SELOR, MK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN) agar lebih kompeten dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Bupati Bulungan, Syarwani, tahun ini memfokuskan peningkatan kemampuan ASN di bidang hukum. Program ini dijalankan melalui kerja sama dengan Universitas Borneo Tarakan (UBT) menggunakan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Melalui program tersebut, ASN yang masih lulusan SMA maupun Diploma diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana (S-1), Magister (S-2), hingga Doktor (S-3) di Fakultas Hukum UBT.
“Masih ada sekitar 500 ASN di lingkungan kita yang belum memiliki gelar sarjana. Mereka tersebar di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan teknis lainnya,” ujar Syarwani.
Ia menjelaskan, program ini bertujuan agar setiap instansi pemerintahan memiliki minimal satu tenaga yang memahami hukum.
“Harapan kami, setiap OPD memiliki setidaknya satu sarjana hukum, bahkan sampai tingkat kelurahan. Ini penting agar setiap kebijakan yang diambil sesuai dengan aturan yang berlaku,” tambahnya.
Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Bulungan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1 miliar dari APBD 2026. Anggaran ini akan digunakan untuk membiayai sekitar 50 ASN yang mengikuti program RPL.
Skema RPL dipilih karena dapat mengakui pengalaman kerja ASN sebagai bagian dari kredit kuliah, sehingga masa studi menjadi lebih singkat. Namun, tidak semua ASN bisa langsung mengikuti program ini. Pemerintah akan melakukan seleksi ketat, terutama berdasarkan usia dan masa kerja.
“Kami memprioritaskan ASN berusia 30 hingga 40 tahun, karena setelah lulus mereka masih memiliki masa pengabdian yang panjang. Ini penting untuk manfaat jangka panjang organisasi,” jelasnya.
Syarwani juga menegaskan bahwa program ini sementara hanya diperuntukkan bagi PNS, belum termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Selain itu, Pemkab Bulungan kemungkinan tidak akan membuka penerimaan CPNS baru tahun ini, karena fokus pada peningkatan kualitas ASN yang sudah ada.
“Kita harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Saat ini yang lebih penting adalah meningkatkan kompetensi ASN yang sudah ada,” tutupnya.
Ke depan, Pemkab Bulungan juga berencana mengembangkan program serupa di bidang kesehatan bekerja sama dengan UBT untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Bulungan.(Fy/red)

