MALINAU, Metrokaltara.com – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, melantik dan mengambil sumpah jabatan delapan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau. Prosesi berlangsung di Ruang Tebengang, Kantor Pemda Malinau, Rabu (6/5/2026) pagi, dalam suasana khidmat namun sarat pesan strategis.
Pelantikan ini menjadi bagian dari langkah konsolidasi birokrasi untuk memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) di tengah dinamika pembangunan dan tantangan fiskal yang dihadapi daerah.
Delapan pejabat yang dilantik masing-masing:
- Yefta Lasung, S.T., M.Si. sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman
- Marten Dermawan, S.E., M.Si. sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja
- Tjito Wdjaja, S.T., M.Si. sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
- Setim Ala, S.E., M.Si. sebagai Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah
- Mekhendri, S.Pd., M.Si. sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan
- Efanles, S.Pd., M.Pd. sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
- Aji Widodo, S.T., M.M. sebagai Kepala Dinas Perhubungan
- Lewi, S.STP., M.Si. sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Dalam sambutannya, Wempi menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian jabatan, melainkan bagian dari mekanisme pengisian jabatan yang harus dimaknai sebagai amanah besar.
“Jabatan ini adalah tanggung jawab. Saudara dituntut bekerja penuh komitmen, menjaga integritas, serta mampu menjawab ekspektasi masyarakat,” tegasnya.
Ia menyoroti pentingnya disiplin dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN), sekaligus menuntut kemampuan adaptasi terhadap perubahan yang cepat. Loyalitas terhadap pimpinan dan keselarasan kerja lintas sektor juga menjadi kunci dalam mendorong efektivitas pemerintahan.
Di tengah tekanan fiskal akibat penurunan transfer dari pemerintah pusat, Bupati mengingatkan seluruh OPD untuk bekerja lebih efisien dan cermat dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.
“Setiap kegiatan harus tepat sasaran. Tidak boleh ada pemborosan. Kita dituntut kreatif, inovatif, dan mampu memaksimalkan potensi daerah,” ujarnya.
Lebih jauh, Pemkab Malinau juga mendorong penguatan inovasi daerah, salah satunya melalui program Desa Sarjana yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis kebutuhan wilayah.
Selain itu, isu strategis seperti pengendalian inflasi, percepatan pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi perhatian serius yang harus direspons cepat oleh para pejabat yang baru dilantik.
Dalam konteks manajemen ASN, Wempi menekankan pentingnya penerapan sistem merit melalui manajemen talenta serta percepatan digitalisasi birokrasi. Hal ini dinilai krusial untuk menciptakan aparatur yang profesional, adaptif, dan berdaya saing.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga mengingatkan potensi risiko bencana menjelang musim kemarau, seperti kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. Para kepala OPD diminta meningkatkan kewaspadaan serta memastikan penggunaan sumber daya air dilakukan secara bijak dan terukur.
Pelantikan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Malinau tengah memperkuat barisan birokrasi, tidak hanya dari sisi struktur, tetapi juga dari kualitas kepemimpinan, guna menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks. (rko)


