Perkuat Kapasitas Tim Publikasi, Diskominfo Nunukan Optimalkan AI Untuk Informasi Publik

by Admin Kaltara

Nunukan, MK – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Nunukan melalui Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) menggelar Rapat Tim Publikasi Pemerintah Kabupaten Nunukan dan Pelatihan Pemanfaatan AI untuk Diseminasi Informasi Visual Instansi Pemerintah, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan yang diikuti kontributor berita dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Nunukan ini menghadirkan narasumber Syahrul, S.I.Kom, Pranata Humas Ahli Pertama Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Nunukan.

Dalam pelatihan tersebut, Syahrul menekankan bahwa kecerdasan buatan (AI) harus dimanfaatkan secara optimal, bukan sekadar untuk membuat teks, tetapi untuk mendiseminasi informasi visual pemerintah agar lebih cepat, menarik, dan mudah dipahami masyarakat.

Penggunaan AI yang Optimal untuk Diseminasi Informasi Visual. Menurut Syahrul, selama ini banyak OPD yang masih menggunakan AI sebatas untuk merapikan berita. Padahal AI bisa membantu membuat visual, infografis, poster, hingga video pendek untuk kebutuhan publikasi.

“AI itu bukan pengganti penulis. AI itu asisten. Yang harus tetap dari penulis adalah data, fakta di lapangan, kutipan narasumber, dan pendalaman beritanya. AI membantu kita mengemasnya menjadi visual yang menarik,” ujar Syahrul.

Ia juga mengingatkan agar setiap berita OPD tetap memuat unsur 5W+1H yang lengkap, disertai kutipan narasumber, dan foto landscape yang bercerita. Tanpa itu, editor akan kesulitan mengembangkan berita, meskipun dibantu AI.

Manfaatkan Fitur Project pada Aplikasi ChatGPT. Pada sesi praktik, Syahrul memperkenalkan pemanfaatan fitur Project pada aplikasi ChatGPT sebagai ruang kerja khusus bagi Tim Publikasi OPD.

Dengan fitur Project, lanjut Syahrul, setiap OPD dapat menyimpan gaya bahasa, format berita, pedoman penulisan, contoh judul, dan dokumen rujukan dalam satu folder khusus. Sehingga hasil AI menjadi lebih konsisten dan sesuai karakter berita pemerintah.

“Kalau kita pakai Project, ChatGPT tidak lagi menjawab secara umum. Dia akan paham, ini berita Diskominfo, ini berita Dinas Pendidikan, ini berita Kecamatan. Jadi output-nya lebih tajam dan tidak campur aduk,” jelas Syahrul.

Ia mencontohkan, dalam Project bisa disimpan template judul berita, contoh berita yang sudah tayang di web Simpatik, hingga aturan teknis seperti foto wajib landscape dan wajib 2 foto per berita.

Membuat Iklan Layanan Masyarakat Menggunakan AI. Materi paling menarik dalam pelatihan ini adalah praktik membuat Iklan Layanan Masyarakat (ILM) menggunakan AI.

Peserta diajak membuat naskah, visual, hingga caption ILM untuk berbagai tema pelayanan publik, seperti imbauan tertib administrasi, kebersihan lingkungan, hingga layanan informasi publik.

Syahrul mencontohkan proses pembuatan ILM dimulai dari menentukan pesan utama, target audiens, lalu meminta AI membuat beberapa alternatif desain dan narasi yang sesuai.

“Dengan AI, OPD tidak perlu menunggu desainer. Satu ILM bisa selesai dalam hitungan menit, asalkan pesan dan datanya jelas. Tinggal kita sesuaikan lagi dengan kebutuhan OPD masing-masing,” tambahnya.

Melalui rapat dan pelatihan ini, Diskominfo Nunukan berharap seluruh Tim Publikasi OPD mampu memanfaatkan AI secara bijak dan optimal. Tidak hanya untuk mempercepat penulisan berita, tetapi juga untuk menghadirkan diseminasi informasi visual pemerintah yang lebih kreatif, akurat, dan berdampak langsung bagi masyarakat Kabupaten Nunukan.(**)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses