Sebatik, MK – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menyiapkan tambahan pasokan Pertalite untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan. Langkah ini dilakukan menyusul peningkatan konsumsi yang membuat stok di lembaga penyalur terserap lebih cepat.
Saat ini, pelayanan BBM di Pulau Sebatik didukung oleh enam lembaga penyalur dan tiga Pertashop yang melayani kebutuhan konsumen kendaraan maupun konsumen pengguna surat rekomendasi.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan Pertamina telah berkoordinasi dengan seluruh lembaga penyalur, Fuel Terminal Tarakan, dan pihak transportir untuk mempercepat pengiriman tambahan pasokan.
“Tambahan pasokan BBM saat ini sedang dalam proses pengiriman menuju Sebatik melalui kapal SPOB Cahaya Nunukan Mandiri. Pasokan tersebut terdiri atas 120 kiloliter Pertalite, 20 kiloliter Biosolar, dan 20 kiloliter Pertamax yang diupayakan tiba pada Rabu (23/9). Setelah tiba, pasokan akan segera disalurkan untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat,” ujar Edi.
Penguatan pasokan dilanjutkan melalui pengiriman berikutnya yang dijadwalkan dimuat pada Rabu (23/9), terdiri atas 90 kiloliter Pertalite dan 60 kiloliter Pertamax. Pasokan tersebut diperkirakan tiba di Sebatik pada Kamis (24/9).
Pertamina juga telah memetakan kebutuhan BBM bagi konsumen pengguna surat rekomendasi dan menyampaikannya kepada BPH Migas sebagai dasar koordinasi. Langkah ini dilakukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan penyaluran BBM bersubsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Pertamina terus mengoptimalkan penyaluran BBM agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait juga diperkuat untuk memastikan pelayanan berjalan lancar serta ketentuan penyaluran BBM bersubsidi tetap terjaga.
“Kami terus memonitor stok, penyaluran, dan pola konsumsi di seluruh SPBU Sebatik. Masyarakat kami imbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berulang agar penyaluran dapat berlangsung lebih merata,” tutup Edi.(**)

