Prabowo Soroti Gaji Guru Kecil, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Berikan Respons

by Redaksi Kaltara

Surabaya, MK – Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung masih kecilnya gaji guru dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026. Menanggapi pernyataan Presiden, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan persoalan gaji guru bukan cuma urusan Kemendikdasmen.

“Kalau itu nanti dibicarakan bersama dengan kementerian lain karena tidak hanya kementerian kami saja,” sebut Mu’ti kepada wartawan di Surabaya, Rabu, 20 Mei 2026.

Sebelumnya, Prabowo mengungkap penyebab kecilnya gaji guru dan ASN. Menurut dia, salah satu faktornya adalah kekayaan negara banyak mengalir ke luar negeri.

“Ini sebabnya gaji guru kecil, gaji aparat penegak hukum kecil, gaji ASN kecil, ini yang selalu anggaran tidak cukup, anggaran tidak kuat, dan sebagainya,” kata Prabowo dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Hal itu diungkapkan Prabowo berdasarkan penilaian neraca ekspor dan impor Indonesia selama tahun 2003-2025. Kepala Negara menyebut data tersebut dimiliki Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Berdasarkan data PBB tersebut, neraca ekspor Indonesia mencapai USD436 miliar. Sedangkan necara impor Indonesia USD343 miliar.

“Ini angka dari PBB. Berarti selama 22 tahun, kekayaan kita yang tinggal di Indonesia USD436 miliar dikurangi USD343 miliar,” ungkap Prabowo.

Ekspor Indonesia lebih besar dari impor

Menurut Prabowo, Indonesia tidak seharusnya mengalami kesulitan keuangan. Sebab, nilai ekspor Indonesia lebih besar dari impor.

“Kalau ilmu dagang berarti yang kita jual lebih banyak dari yang kita beli. Harusnya negara ini tidak pernah akan mengalami krisis ekonomi,” sebut Prabowo.

Presiden kedelapan Republik Indonesia itu menyebut, larinya hasil kekayaan Indonesia dikarenakan praktik curang atau under invoicing. Menurut Prabowo, oknum pengusaha tidak melaporkan penjualan yang sebenarnya.

“Banyak di antara mereka membuat perusahaan di luar negeri, dia jual dari perusahaan di dalam negeri ke perusahaan dia di luar negeri yang harganya jauh di bawah harga yang sebenarnya,” ujar Prabowo.
(REN)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses