TARAKAN – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nur Sabil Al-Muhtadin, Jalan Anggrek RT 15, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Rabu (2/9/26), berlangsung khidmat.
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Supa’ad Hadianto, pengasuh Majelis Sholawat Kota Tarakan Mardiono, KH Zainudin Dalila, jajaran takmir masjid, Ketua RT 15, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dan jamaah setempat.
Dalam sambutannya, Supa’ad mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk mengenang sekaligus meneladani kehidupan Rasulullah Muhammad SAW.
“Pada malam hari ini kita berkumpul di tempat yang baik ini untuk mengenang kembali lahirnya pemimpin dunia yang membawa rahmat bagi alam, rahmat bagi kita semua,” kata Supa’ad.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus Masjid Nur Sabil Al-Muhtadin yang secara rutin melaksanakan kegiatan keagamaan. Menurutnya, kegiatan tersebut perlu terus dipertahankan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua Takmir dan seluruh jajaran Takmir Masjid. Semoga apa yang kita lakukan ini terus-menerus kita jalankan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Supa’ad juga menyampaikan rencananya untuk menghadiri kegiatan masyarakat di RT 15, termasuk melalui agenda reses maupun kunjungan daerah pemilihan (kundapil).
“Saya belum pernah reses atau kundapil di RT 15 ini. Insyaallah nanti pada saatnya saya akan hadir dan mengundang Bapak-Ibu dalam kegiatan-kegiatan kedewanan saya,” katanya.
Sebagai Anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Supa’ad menyebut sejumlah bidang yang menjadi perhatian komisinya, di antaranya pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, pemberdayaan perempuan, dan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menyinggung perhatian masyarakat terhadap akses pendidikan dan kepesertaan BPJS Kesehatan yang dibiayai pemerintah.
“Saya sering disebut Bapak Beasiswa karena paling sering mengurusi beasiswa anak-anak Kota Tarakan. Kemudian juga sering disebut Bapak BPJS, karena memang sering dikirimi KTP dan KK untuk dimasukkan menjadi penerima BPJS gratis yang dibiayai pemerintah provinsi,” ungkapnya.
Selain melalui kegiatan tatap muka, Supa’ad mengajak masyarakat memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dan penyampaian aspirasi.
Ia menyebut akun media sosialnya menggunakan nama Supa’ad Hadianto Official di sejumlah platform, seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube.
Menurutnya, media sosial dapat menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan informasi mengenai kegiatan sekaligus menerima masukan masyarakat, mengingat keterbatasan waktu seorang anggota DPRD untuk bertemu langsung dengan seluruh konstituennya.
Sementara itu, tausiah Maulid Nabi disampaikan KH Zainudin Dalila. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah terus mempelajari kehidupan Nabi Muhammad SAW agar semakin mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak Rasulullah.
KH Zainudin menyampaikan bahwa keteladanan Nabi Muhammad SAW tetap dikenang hingga lebih dari 1.400 tahun setelah kelahirannya karena akhlak dan kebaikan yang ditinggalkan.
Ia kemudian mengajak jamaah untuk memikirkan bagaimana seseorang ingin dikenang setelah meninggal dunia.
“Kalau mau diingat orang yang baik, bikin bagus seperti Nabi Muhammad,” pesannya.
KH Zainudin membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Firaun yang juga masih dikenang hingga saat ini, tetapi karena alasan yang berbeda.
“Nabi Muhammad diingat orang karena baik. Firaun diingat orang karena jahat,” ujarnya.
Menurutnya, manusia perlu berusaha meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Kebaikan, ilmu, amal, maupun karya yang memberikan manfaat dapat menjadi warisan yang terus dikenang meskipun seseorang telah meninggal dunia.
“Ingatan orang kepadamu adalah umurmu yang kedua,” tuturnya.
Ia mencontohkan Rasulullah SAW yang wafat pada usia 63 tahun. Meski telah wafat lebih dari 1.400 tahun lalu, nama dan keteladanan Nabi Muhammad SAW tetap hidup serta menjadi pedoman bagi umat Islam.
“Lebih panjang ingatan orang daripada umurnya yang sesungguhnya,” katanya.
KH Zainudin juga mengajak jamaah untuk tidak hanya memikirkan panjangnya usia, tetapi juga mempertimbangkan manfaat yang dapat ditinggalkan bagi generasi berikutnya. Menurutnya, masjid, ilmu, pendidikan, amal, dan berbagai bentuk kebaikan dapat menjadi bagian dari warisan tersebut.
Masjid Nur Sabil Al-Muhtadin, lanjutnya, merupakan salah satu contoh tempat yang dapat menjadi bagian dari jejak kebaikan yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Seratus tahun yang akan datang masjid ini masih berdiri. Disebut orang siapa yang membangun, siapa pengurusnya. Itu yang bikin diingat,” ujarnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nur Sabil Al-Muhtadin tersebut menjadi momentum bagi jamaah untuk kembali mengingat keteladanan Rasulullah sekaligus merefleksikan pentingnya meninggalkan kebaikan yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain dan generasi mendatang.

