Jakarta, MK – Tren wisata kesehatan di Asia terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Kini, bepergian ke luar negeri bukan cuma untuk liburan, tapi juga untuk mendapatkan layanan medis berkualitas dengan fasilitas modern dan proses yang praktis. Salah satu destinasi yang semakin dilirik masyarakat Indonesia adalah Subang Jaya Medical Centre (SJMC) di Malaysia.
Rumah sakit yang berada di bawah jaringan Asia OneHealthcare ini menjadi salah satu pemain penting dalam industri wisata kesehatan regional. Tidak hanya menghadirkan layanan medis berstandar internasional, SJMC juga menawarkan pengalaman berobat yang nyaman dan ramah bagi pasien Indonesia.
Saat ini, SJMC melayani pasien dari lebih dari 200 kewarganegaraan. Daya saing Malaysia sebagai tujuan medical tourism di Asia juga meningkat seiring dengan inisiatif strategisnya termasuk Visit Malaysia.
Wisata kesehatan Malaysia terus tumbuh
Regional Chief Executive Officer Asia OneHealthcare sekaligus Chief Executive Officer SJMC dan ADMC, Bryan Lin, mengungkapkan bahwa sektor wisata kesehatan Malaysia mengalami peningkatan signifikan pascapandemi.
“Wisata kesehatan mengalami peningkatan yang signifikan sekitar 21 persen, menurut badan statistik nasional yang dilakukan oleh pemerintahan Malaysia Healthcare Travel Council pada tahun 2023-2024,” kata Bryan beberapa waktu lalu yang dikutip Sabtu, 9 Mei 2026.
Menurut Bryan, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan menjadi salah satu faktor utama melonjaknya minat wisata medis.
“Saya pikir yang kita lihat setelah pandemi adalah terjadi peningkatan kepedulian masyarakat terhadap penyakit-penyakit,” ucapnya.
Selain itu, perkembangan teknologi kesehatan seperti telemedicine dan remote monitoring juga ikut mempercepat pertumbuhan layanan kesehatan lintas negara.
Kenapa banyak orang Indonesia memilih berobat ke Malaysia?
Malaysia dinilai punya sejumlah keunggulan dibanding negara lain di Asia Tenggara. Selain jaraknya dekat dari Indonesia, faktor budaya dan bahasa menjadi nilai tambah tersendiri.
Bryan menyebut kedekatan budaya membuat pasien Indonesia merasa lebih nyaman saat menjalani pengobatan di Malaysia.
“Indonesia dan Malaysia, kita seperti sahabat. Kita berbicara bahasa yang sama,” ungkapnya.
Tak hanya itu, biaya layanan kesehatan di Malaysia juga dianggap lebih kompetitif dengan kualitas yang tetap tinggi.
“Karena biaya perawatan kesehatan di Malaysia sangat terjangkau. Bahkan jika tidak terjangkau, saya berani mengatakan bahwa kita sangat menarik dari segi nilai,” tuturnya.
Menurutnya, SJMC juga telah mendapatkan berbagai pengakuan internasional yang menunjukkan kualitas layanan rumah sakit tersebut.
Cara mudah orang Indonesia berobat ke SJMC
Bagi masyarakat Indonesia yang ingin berobat ke SJMC, prosesnya kini jauh lebih praktis. Rumah sakit menyediakan layanan lengkap mulai dari konsultasi awal hingga pendampingan selama pasien berada di Malaysia.
Bryan menjelaskan bahwa pasien cukup menghubungi International Patient Centre (IPC) SJMC melalui telepon atau pesan singkat.
“Jadi, ketika pertanyaan datang ke pusat pasien internasional kami, kami sebenarnya memerlukan latar belakang dan tes atau laporan atau pencitraan apa pun, rontgen atau MRI atau CT untuk disertakan,” tuturnya.
Setelah data medis dikirimkan, tim SJMC akan membantu mencocokkan pasien dengan dokter spesialis yang sesuai.
Untuk kasus tertentu, proses konsultasi awal bisa selesai hanya dalam hitungan jam.
Fasilitas lengkap dari Visa hingga antar jemput
SJMC juga menyediakan layanan pendukung yang memudahkan pasien internasional, termasuk pasien asal Indonesia.
Mulai dari pengurusan visa, pemesanan hotel, layanan penjemputan bandara, hingga pendamping selama pengobatan disiapkan secara menyeluruh.
“Jadi, kami mengatur pengaturan dari pintu ke pintu, pengaturan logistik, pengaturan permohonan visa,” sebutnya.
Pasien juga akan didampingi petugas khusus selama berada di rumah sakit.
“Kami akan menemani pasien Indonesia dari kedatangan hingga pulang,” sebutnya.
Menariknya, pasien tidak perlu khawatir soal komunikasi karena budaya dan bahasa Indonesia-Malaysia cukup mirip. Namun SJMC tetap menyediakan penerjemah bila dibutuhkan.
Kerja sama dengan asuransi Indonesia
Untuk mempermudah proses pembayaran, SJMC bekerja sama dengan sejumlah perusahaan asuransi di Indonesia.
Bryan mengatakan kolaborasi ini memungkinkan pasien melakukan transaksi cashless tanpa perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar.
“Kami telah bekerja sama dengan Prudential Indonesia dan perusahaan asuransi lainnya di Indonesia untuk memfasilitasi pasien yang datang ke Indonesia sehingga mereka dapat bertransaksi tanpa uang tunai,” katanya.
Selain itu, SJMC juga membangun kerja sama dengan rumah sakit dan dokter di Indonesia untuk mempermudah tindak lanjut pasien setelah kembali ke Tanah Air.
Kini, wisata kesehatan berkembang menjadi bagian dari gaya hidup modern. Banyak pasien yang menggabungkan medical check-up, perawatan kesehatan, hingga pemulihan medis sambil menikmati fasilitas dan suasana baru di luar negeri.
Dengan layanan yang semakin lengkap, akses yang mudah, serta kualitas medis berstandar internasional, SJMC menjadi salah satu pilihan menarik bagi masyarakat Indonesia yang mencari pengalaman wisata kesehatan yang nyaman dan praktis.
(ANN)

