Karhutla Di Area Bukit Botak Nunukan Selatan Berhasil Ditangani Dan Dipadamkan

by Redaksi Kaltara

Nunukan, MK — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Jalan Anastawijaya, tepatnya di kawasan Bukit Botak atau yang dikenal masyarakat sebagai area Si Joli, Kecamatan Nunukan Selatan, pada minggu 10/05/2026 malam sekitar pukul 20.00 WITA.

Peristiwa tersebut langsung mendapat respons cepat dari tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD Kabupaten Nunukan dan POLRI. Berdasarkan laporan di lapangan, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 9 hektar.

Sebanyak 19 personel BPBD Kabupaten Nunukan bersama 10 personel POLRI dan KPH dikerahkan untuk melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api agar tidak meluas ke area sekitar. Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan terkendali pada pukul 22.03 WITA.

Dalam operasi pemadaman tersebut, tim gabungan menggunakan sejumlah armada dan peralatan operasional, di antaranya 1 unit mobil tangki DALKARHUTLAH, 1 unit mobil slip on DALKARHUTLAH, 1 unit mobil pick up L300 BPBD, serta 1 unit motor trail BPBD untuk menjangkau lokasi yang sulit dilalui kendaraan besar.

Kasubid Informasi BPBD Kabupaten Nunukan, Dayat, mengatakan bahwa koordinasi cepat antarinstansi menjadi kunci utama dalam proses penanganan karhutla tersebut.

“Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan Pemantauan untuk pemadaman KARHULAH tersebut. Kondisi medan cukup menantang, namun berkat kerja sama seluruh personel gabungan, api berhasil dikendalikan sebelum meluas lebih jauh,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubbid Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin, mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi cuaca panas yang rawan memicu kebakaran.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. Karhutla bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat,” tegasnya. (**)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses