TARAKAN – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (KPwBI Kaltara) mencatatkan transaksi sementara sebesar Rp113,69 juta dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.
Capaian tersebut berasal dari partisipasi lima UMKM unggulan Kalimantan Utara yang tergabung dalam Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA). Keikutsertaan ini menjadi upaya memperluas akses pasar, memperkenalkan produk unggulan daerah, serta membuka peluang kerja sama bisnis di tingkat nasional dan internasional.
Berdasarkan keterangan KPwBI Provinsi Kalimantan Utara yang diterima pada Kamis (22/10/2026), lima UMKM tersebut terdiri atas QQ Fashion Designer pada kategori Wastra & Ready to Wear, Tarasa yang memproduksi Lapis Tarakan di area Halal Food, serta Juwataku, Balamok, dan Akai-akai di area Halal Mart.
Nilai transaksi tersebut masih bersifat sementara karena proses rekapitulasi transaksi di area Halal Mart oleh panitia penyelenggara masih berlangsung.
Partisipasi ini menunjukkan peluang produk UMKM Kalimantan Utara untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Penguatan kualitas, inovasi, dan pemasaran menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal.
Selain mencatatkan transaksi, UMKM Kalimantan Utara juga memperoleh peluang untuk memperluas jaringan bisnis ke pasar internasional melalui kegiatan Business Matching Wastra.
Produk wastra khas Kalimantan Utara menarik minat calon mitra bisnis dari Turki, Korea Selatan, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Peluang kerja sama tersebut masih dalam tahap penjajakan dan menunggu tindak lanjut dari panitia penyelenggara.
Peluang kolaborasi juga datang dari desainer nasional Irma Sari Joeda yang menyampaikan ketertarikannya untuk menjajaki pengembangan batik khas Kalimantan Utara, khususnya Batik Busak Uwe dari Kabupaten Malinau.
Penjajakan tersebut diharapkan dapat membuka peluang peningkatan nilai tambah wastra lokal sekaligus memperluas keterlibatan UMKM Kalimantan Utara dalam industri fesyen nasional maupun global.
Prestasi lainnya ditunjukkan QQ Fashion Designer, UMKM binaan BI Kaltara yang juga tergabung dalam IKRA. Pelaku usaha tersebut mendapat kesempatan menampilkan karya dalam ajang IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026.
Dalam kesempatan tersebut, QQ Fashion Designer memperagakan empat koleksi busana yang mengangkat kekayaan wastra dan budaya khas Kalimantan Utara.
Penampilan ini menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan identitas budaya Benuanta melalui industri fesyen sekaligus menunjukkan potensi pengembangan wastra lokal menjadi produk kreatif bernilai tambah.
Keikutsertaan dalam ajang tersebut juga membuka peluang bagi QQ Fashion Designer untuk memperluas jejaring dengan pelaku industri fesyen serta menjajaki kolaborasi pengembangan produk.
KPwBI Provinsi Kalimantan Utara menyatakan akan terus memperkuat pembinaan UMKM melalui peningkatan kualitas produk, pengembangan inovasi, perluasan akses pasar, serta fasilitasi jejaring bisnis.
Langkah tersebut diarahkan agar UMKM tidak hanya mampu bersaing di pasar domestik, tetapi juga memiliki kesiapan untuk memasuki pasar ekspor.
Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai mitra strategis, pengembangan UMKM diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara yang inklusif dan berkelanjutan.
Partisipasi dalam ISEF 2026 menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan potensi produk lokal sekaligus membuka ruang bagi UMKM Kalimantan Utara agar semakin berkembang dan berdaya saing.

