38 Putra-Putri Nunukan Dikukuhkan Menjadi Paskibraka, Siap Jalankan Amanah Merah Putih

by Redaksi Kaltara

Nunukan, MK – Sebanyak 38 putra-putri terbaik Kabupaten Nunukan resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.

Pengukuhan berlangsung khidmat di Ruang VIP Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Jl. Ujang Dewa, Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, Sabtu (15/8/2026) malam sekitar pukul 20.00 WITA.

Suasana haru turut terasa ketika para anggota Paskibraka berdiri tegak di hadapan para pejabat dan orang tua yang hadir menyaksikan momen penting tersebut.

Sebanyak 38 siswa dan siswi yang dikukuhkan terdiri dari 20 putra dan 18 putri, yang berasal dari berbagai sekolah di Kabupaten Nunukan. Mereka merupakan generasi muda yang telah melewati proses seleksi, pembinaan dan latihan secara intensif selama kurang lebih satu bulan.

Pengukuhan dilakukan oleh Pembina Upacara yang juga Pj. Sekda Nunukan, Drs. H. Raden Iwan Kurniawan, M.A.P., dilanjutkan dengan pemasangan kendit dan lencana kepada anggota Paskibraka sebagai tanda resmi dimulainya tanggung jawab mereka dalam mengemban tugas negara pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Dalam amanatnya, Raden Iwan menegaskan bahwa pengukuhan Paskibraka bukan sekadar seremoni, menurutnya, menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus kepercayaan yang diikuti tanggung jawab besar.

“Hari ini bukan sekadar acara pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih, lebih dari itu, hari ini merupakan sebuah kehormatan, kepercayaan, sekaligus awal dari tanggung jawab besar yang harus kalian emban,” pesannya.

Ia menyampaikan, para anggota Paskibraka dipilih bukan hanya karena kemampuan fisik maupun postur tubuh, tetapi juga karena memiliki semangat, keteguhan, kedisiplinan, tanggung jawab dan jiwa kebangsaan.

Para anggota Paskibraka disebut sebagai representasi generasi muda Kabupaten Nunukan. Karena itu, ketika nantinya membawa dan mengibarkan Sang Merah Putih, mereka diminta menyadari bahwa tugas tersebut bukan sekadar mengibarkan selembar kain, tetapi membawa kehormatan bangsa.

“Ketika nanti kalian melangkah membawa Sang Merah Putih, ingatlah bahwa yang kalian bawa bukan sekadar selembar kain. Yang kalian bawa adalah kehormatan bangsa,” ujarnya.

Raden Iwan juga mengingatkan bahwa Merah Putih memiliki makna mendalam. Warna merah melambangkan keberanian, sedangkan putih menjadi simbol kesucian niat dan jiwa bangsa Indonesia. Di balik bendera tersebut terdapat sejarah panjang perjuangan para pahlawan yang rela berkorban demi kemerdekaan Indonesia.

Karena itu, ia meminta para anggota Paskibraka tidak hanya menegakkan badan ketika menjalankan tugas, tetapi juga menegakkan hati dan jiwa sebagai anak Indonesia.

“Kalian boleh merasa lelah, kalian boleh merasa berat. Namun, jangan pernah merasa kecil atau ragu terhadap diri sendiri, karena kalian adalah bagian dari generasi yang akan menentukan masa depan daerah dan bangsa ini,” katanya.

Lebih jauh, Raden Iwan menekankan bahwa masa Paskibraka hanya berlangsung sementara, namun nilai-nilai yang diperoleh selama proses pembinaan harus menjadi bekal sepanjang kehidupan.

Menurutnya, suatu hari para anggota Paskibraka akan menempuh jalan hidup masing-masing, baik sebagai dokter, guru, pengusaha, birokrat, TNI, Polri, petani, profesional maupun pemimpin. Namun, disiplin, kerja keras, kebersamaan, loyalitas, tanggung jawab dan kecintaan terhadap tanah air harus tetap melekat.

“Bangsa yang besar tidak hanya membutuhkan orang-orang yang cerdas. Bangsa ini membutuhkan generasi yang berkarakter, berintegritas, bertanggung jawab, dan mencintai tanah airnya,” tegasnya.

Di balik keberhasilan ke-38 anggota Paskibraka tersebut, Raden Iwan juga memberikan penghargaan kepada para pembina dan pelatih yang telah mendampingi mereka dengan penuh kesabaran dan dedikasi.

Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada para orang tua. Sebab, menurutnya, keberhasilan anak-anak mereka tidak terlepas dari doa, dukungan dan pengorbanan keluarga selama menjalani proses latihan.

“Di balik keberhasilan anak-anak ini terdapat doa yang tidak pernah putus. Ada kekhawatiran ketika mereka menjalani latihan, ada rasa rindu ketika mereka tidak berada di rumah, serta ada pengorbanan yang mungkin tidak selalu terlihat,” ungkapnya.

Ia meminta para orang tua untuk bangga melihat putra-putri mereka mendapat kepercayaan mengemban tugas mulia dalam peringatan kemerdekaan Indonesia.

Proses pembinaan 38 anggota Paskibraka Kabupaten Nunukan turut melibatkan unsur TNI dan Polri. Personel Polres Nunukan, Lanal Nunukan dan Kodim 0911/Nunukan memberikan pembinaan dan pelatihan selama kurang lebih satu bulan.

Proses tersebut tidak hanya diarahkan pada kesiapan teknis pelaksanaan upacara, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, kekompakan serta jiwa kebangsaan para peserta.

Dengan proses pembinaan tersebut, para anggota Paskibraka diharapkan tidak hanya siap menjalankan tugas pada 17 Agustus mendatang, tetapi juga membawa pengalaman dan nilai-nilai positif itu ke lingkungan sekolah, keluarga dan kehidupan bermasyarakat.

Hadir dalam acara pengukuhan tersebut Pj. Sekda Nunukan Drs. H. Raden Iwan Kurniawan, M.A.P., Asisten I Pemkab Nunukan Drs. H. M Amin, Wakapolres Nunukan AKP I Eka Berlin, Dankal Ambalat Lanal Nunukan Kapten Laut (P) Aris Budiyanto, Pasi Ops Kodim 0911/Nnk Letda Arh Sukri Alam, Kaban Kesbangpol Nunukan Hasan Basri Mursali, Kasubsi II Bidang Intelijen Kejari Nunukan Afpryanto Sihaloho, S.H., sejumlah pimpinan OPD terkait serta para orang tua anggota Paskibraka.

Menutup amanatnya, Raden Iwan berpesan agar seluruh anggota Paskibraka menjaga nama baik diri, keluarga, sekolah dan Kabupaten Nunukan, serta yang paling utama menjaga kehormatan Sang Merah Putih. (**)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses