Tulin Onsoi, MK — Warga Desa Tembalang, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, menyampaikan kondisi, potensi, dan persoalan lingkungan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Participatory Rural Appraisal (PRA) yang digelar PT Lestari Alam Bakau (LAB), Kamis (1/10/26).
Kegiatan tersebut mengawali pembahasan restorasi ekosistem dengan melibatkan masyarakat sebagai sumber informasi utama. Warga menyampaikan pengalaman dan pengetahuan lokal terkait kondisi lingkungan di wilayah mereka.
PT LAB memberikan pemahaman mengenai restorasi ekosistem sebagai upaya memulihkan fungsi lingkungan. Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kawasan secara berkelanjutan.
Melalui metode PRA, warga memetakan potensi, persoalan, kebutuhan, serta prioritas pengelolaan lingkungan. Pendekatan ini menggali kondisi desa berdasarkan pengalaman masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Diskusi juga membuka ruang bagi warga menyampaikan aspirasi terkait lingkungan. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan untuk mengidentifikasi tantangan serta peluang pengelolaan kawasan di Desa Tembalang.
PT LAB akan menggunakan hasil pemetaan tersebut sebagai bahan penyusunan program restorasi ekosistem dan pemberdayaan masyarakat. Perusahaan menargetkan program sesuai dengan kebutuhan lokal serta memberi ruang lebih besar bagi keterlibatan warga.
Keterlibatan masyarakat sejak tahap pemetaan diharapkan membuat program restorasi tidak berhenti pada pemulihan lingkungan. Warga juga mendapat ruang untuk menjaga ekosistem sekaligus mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan.(**)

