461 Koperasi Aktif, 85 Usaha Kecil Difasilitasi Sertifikasi

by Muhammad Aras

TANJUNG SELOR, MK – “Sepanjang 7 tahun berdiri, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menerapkan strategi pembangunan perekonomian yang matang. Diantaranya, melalui pengembangan dan pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)
 – AMELIA GRADIS TARANITA, Humas Provinsi Kaltara

Berdasarkan catatan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Disperindagkop-UMKM) Provinsi Kaltara, dari 7 tahun lalu hingga sekarang tercatat sebanyak 21.013 UMKM berdiri. Selain itu, terdata pul sebanyak 713 koperasi berdiri, dengan 461 koperasi dinyatakan aktif dan 252 koperasi tidak aktif.

Dituturkan Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie bahwa dari jumlah UMKM tersebut, 12.459 usaha diantaranya adalah usaha mikro, 7.876 usaha kecil, dan 678 usaha menengah. “Kontribusi UMKM terhadap pendapatan nasional maupun daerah, khususnya Kaltara patut terus diupayakan. Sebab, dalam skala nasional, UMKM berperan dalam membuka lapangan kerja bagi 96,87 persen angkatan kerja. Artinya, posisi UMKM penting dalam keberlangsungan perekonomian kita,” kata Gubernur.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, adalah melakukan pelatihan untuk peningkatan keterampilan dan kapasitas UMKM. Gubernur menilai pelatihan tersebut mampu menjadikan pelaku UMKM makin berkembang dan maju. “Pada tahun ini, ditargetkan 659 UMKM akan menerima pelatihan kewirausahaan dan perkoperasian dari Disperindagkop-UMKM. Dananya, dari DAK senilai Rp 2,1 miliar,” jelas Irianto. Tahun lalu, kegiatan serupa juga dilakukan dengan nilai anggaran Rp 2,9 miliar.

Dengan sejumlah kebijakan, peningkatan dan pengembangan pun tercapai. Tercatat, hingga tahun lalu ada 119 koperasi yang sudah meningkat kualitasnya berdasarkan RAT, volume usaha dan aset. Selanjutnya terdapat 85 usaha kecil yang diberikan dukungan fasilitasi standarisasi dan sertifikasi produk usaha.

Bertumbuhnya kapasitas UMKM juga diakui para pelakunya. Samidi, pemilik Sam Creative, UMKM yang bergerak di bidang pembuatan mebel, furniture, dan pengelasan. “Para pelaku UMKM harus rajin-rajin mencari informasi mengenai bantuan pemerintah melalui Disperindagkop dan UMKM supaya bisnis kita berkembang pesar,” tuturnya saat menjadi narasumber program Reka Suara, belum lama ini.(bersambung)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: