Nunukan, MK – Program Optimasi Lahan (OPLAH) sebagai salah satu strategi Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan kurang optimal, telah rampung dilaksanakan di Kabupaten Nunukan pada 2025. Melalui program ini, lahan rawa dan lahan kurang produktif diubah menjadi lahan usaha tani yang lebih produktif guna meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), khususnya untuk komoditas padi.
Total luasan yang berhasil dioptimalkan mencapai 3.555 hektare. Kegiatan ini mencakup berbagai pekerjaan fisik seperti pembuatan dan peninggian tanggul, perbaikan saluran irigasi, serta pembenahan pematang. Pelaksanaannya melibatkan masyarakat setempat yang berkolaborasi dengan TNI, sehingga turut mendorong pemberdayaan tenaga kerja lokal.
Seiring rampungnya program tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Nunukan menggelar rapat evaluasi pada Kamis (30/4/2026) di ruang rapat dinas setempat. Rapat ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Utara, Ir. Heri Rudiono, M.Si., beserta jajaran, serta berbagai pihak terkait, termasuk tim teknis dan penyuluh OPLAH.
Dalam arahannya, Heri Rudiono menegaskan bahwa OPLAH merupakan program strategis yang berperan penting dalam meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, terutama padi, di Kabupaten Nunukan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ke depan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Tidak berhenti pada optimasi lahan, Pemerintah Kabupaten Nunukan juga menyiapkan langkah lanjutan berupa program cetak sawah rakyat pada 2026. Kepala Bidang Infrastruktur Pangan Sarana dan Prasarana Pertanian DKPP Nunukan, Iwan Hermawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengusulkan kegiatan cetak sawah di 19 titik lokasi dengan target luasan sekitar 3.258 hektare kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Menurutnya, kombinasi antara intensifikasi melalui OPLAH dan ekstensifikasi melalui cetak sawah baru diyakini mampu meningkatkan produksi dan produktivitas pangan secara signifikan di daerah tersebut.
“Dengan adanya kegiatan optimasi lahan dan rencana cetak sawah ini, kami optimistis produksi padi di Kabupaten Nunukan akan terus meningkat,” ujarnya. (**)

