Atlet Muda Indonesia Kantongi Mentor Karier, Bisa Didampingi Petinggi F1

by Redaksi Kaltara

Jakarta, MK – Atlet-atlet muda Indonesia biasanya terkendala banyak hal mengejar mimpinya. Kini ada cara untuk mewujudkannya, termasuk diasuh petinggi F1.

Adalah program Next Generation, yang digagas salah satu perusahaan minuman berenergi. Program itu akan menjaring atlet berusia 18-25 tahun yang akan dibantu menggapai mimpinya.

Atlet yang memiliki keinginan kuat untuk maju, berkarakter, dan determinasi tinggi untuk meniti karier ke level tinggi diharapkan bisa bergabung. Nantinya, mereka bak diasuh oleh para ‘bapak angkat’ untuk mewujudkan impiannya.

Para ‘bapak angkat’ itu juga bukan sosok sembarangan. Di antaranya adalah petinggi Formula 1 (F1), Kim Hobson.

Kim Hobson, yang menjabat sebagai F1 Creative Strategist dan pernah bekerja untuk tim McLaren, akan bahu membahu dengan Martin Pfeifenberger dan Sigurd Meiche. Mereka bertiga akan memimpin Program Next Generation.

“Kami akan menjaring sekitar lima sama enam atlet yang mau bergabung dengan kami,” kata Head of Marketing PT Aktif Energi Indonesia (AEI) Arif Muhammad Ritonga, dalam jumpa persnya di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

“Jadi kami tak hanya support dari sisi sponsorship atau biaya, tapi mentorship, karena di usia muda sering kali mereka ada di satu titik untuk lebih konsisten, sehingga butuh mentor yang memberi semangat atau bimbingan,” ujarnya.

Next Generation ini tak hanya berfokus pada satu dua cabang olahraga saja. Program tersebut membuka seluas-luasnya kepada semua atlet dari seluruh cabang olahraga untuk mendaftar sendiri, termasuk atlet paralimpiade (NPC) di seluruh pelosok Indonesia.

“Kami memilih melakukan open registration karena untuk menunjukkan seberapa ingin mereka maju bersama kami. Mereka yang mau mendaftar akan kami lihat sebagai atlet yang sudah menunjukkan keinginan untuk maju bersama. Mereka harus menceritakan apa tujuan yang ingin dicapai dan target mereka,” sambung Arif.

Nantinya mereka yang terpilih akan diumumkan pada September 2026 dan mulai menjalani program Next Generation. Mereka juga bakal mengikuti turnamen yang diinginkan serta program latihan yang sudah mereka pilih dan tetapkan.

“Soal atlet yang sudah punya pelatih, program ini tak mengubah pelatih dan sistem kepelatihannya. Justru kami akan berkolaborasi.Dia punya pelatih dan mereka share ke kita. Lalu kami diskusi lagi untuk menemukan formula bareng agar atletnya bisa berprestasi lagi,” kata Arif.

Next Generation ini akan menilai para atlet terpilih selama 12 bulan. Atlet terpilih harus memberikan komitmen dan perkembangan positif agar bisa bertahan di Next Generation. Tak cuma di Indonesia, program ini juga berlangsung di Malaysia

(mcy/yna)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses