Dengan pola Hazton, kebutuhan beras di Kaltara diharapkan meningkat. Sehingga tidak perlu lagi mendatangkan beras dari luar Kaltara. Hal ini sejurus dengan banyaknya program pemerintah pusat di Kaltara salah satunya adalah menyokong kebutuhan pangan di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi.
“Untuk menyokong pangan di KIPI, harus produk yang merupakan hasil dari tanah di Kaltara. Berasnya juga harus dari Kaltara,”tambahnya.
Teknologi Hazton merupakan cara bertanam padi dengan menggunakan bibit tua yang berumur 25-35 hari setelah semai. Dengan jumlah bibit padat 25 – 30 bibit per lubang tanam. Sedangkan cara tanam biasa hanya 4 – 5 bibit per lubang tanam.
Metode padi Hazton telah sukses diterapkan di berbagai wilayah di Indonesia. Metode ini telah terbukti di berbagai daerah mampu meningkatkan 2-3 kali lipat dari produktivitas sebelumnya, sehingga diharapkan para petani Bulungan dapat mengambil contoh dan menerapkannya pada lahan pertaniannya.
Untuk diketahui, potensi produksi padi di Kaltara tahun 2022 diprediksi mengalmi peningkatan. Ia menyebutkan, produksi padi diperkirakan sebesar 9,21 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG) pada Januari 2022. Sementara potensi produksi padi sepanjang Februari hingga April 2022 mencapai 11,28 ribu ton GKG.
“Dengan demikian, total potensi produksi padi pada Subround Januari – April 2022 diprediksi mencapai 20,49 ribu ton GKG atau mengalami kenaiikan 1,67 ribu ton GKG dibanding Subround Januari – April 2021,”jelas Gubernur.
Dijelaskannya, tiga kabupaten/kota dengan potensi produksi padi (GKG) tertinggi pada Januari hingga April 2022 adalah Kabupaten Bulungan, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Malinau. Sementara itu, kabupaten/kota dengan potensi produksi padi terendah pada periode yang sama adalah Kabupaten Tana Tidung dan Kota Tarakan.
Potensi kenaikan produksi padi yang relatif besar pada Subround Januari–April 2022 dibandingkan Subround yang sama pada 2021 terjadi di Kabupaten Malinau, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, dan Kabupaten Nunukan. Sementara itu, potensi penurunan produksi padi pada Subround Januari–April 2022 yang relatif besar terjadi di Kota Tarakan.
Sementara itu, luas panen padi pada Januari 2022 mencapai 2,69 ribu hektar, dan potensi panen sepanjang Februari hingga April 2022 diperkirakan seluas 3,47 ribu hektar. Sehingga total luas panen padi pada Subround Januari-April 2022 diperkirakan mencapai 6,16 ribu hektar, atau mengalami kenaikan sekitar 0,5 ribu hektar (8,83 persen) dibandingkan luas panen padi pada Subround Januari-April 2021 yang sebesar 5,66 ribu hektar.

