Nunukan, MK – Bunda PAUD Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia, melaunching dua inovasi dalam upaya memperkuat tata kelola serta meningkatkan kualitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Nunukan.
Kedua inovasi tersebut diperkenalkan dalam rangkaian Rapat Koordinasi (Rakor) Bunda PAUD Kabupaten Nunukan Tahun 2026 yang diselenggarakan di Lantai 5 Kantor Bupati Nunukan, Senin (31/8/2026).
Inovasi yang diluncurkan yakni SIBUNDA (Sistem Informasi Bunda PAUD untuk Pendataan Anak) dan GESIT (Gerakan Satu Anak Satu Identitas).
Andi Annisa menjelaskan, SIBUNDA dirancang sebagai aplikasi pendataan elektronik yang bertujuan menyediakan data PAUD secara lebih terintegrasi, akurat dan mudah diperbarui. Menurutnya, ketersediaan data yang valid menjadi salah satu dasar penting dalam menentukan arah kebijakan dan program pengembangan PAUD di Kabupaten Nunukan.
“Data tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam memetakan kondisi satuan PAUD, jumlah peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, kebutuhan layanan serta berbagai persoalan PAUD di wilayah Kabupaten Nunukan,” jelasnya.
Sementara itu, GESIT merupakan program sinergi antara Bunda PAUD Kabupaten Nunukan bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Nunukan.
Program tersebut diarahkan untuk mendorong setiap anak usia dini memiliki identitas kependudukan yang lengkap dan tercatat.
Kepemilikan identitas kependudukan dinilai penting karena dapat mempermudah anak dalam memperoleh berbagai hak dasar, mulai dari akses pendidikan, kesehatan, perlindungan hingga kesejahteraan sosial.
“Melalui GESIT, kita mendorong agar setiap anak memiliki identitas yang lengkap sebagai bagian dari pemenuhan hak anak,” kata Annisa.
Penguatan kolaborasi lintas sektor juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program Bunda PAUD Kabupaten Nunukan. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Sejumlah OPD yang akan terlibat antara lain Bappeda Litbang, Dinas Pendidikan, DSP3A, Dinas Kesehatan P2KB, Disdukcapil, DPMD serta Diskominfotik.
Selain meluncurkan inovasi layanan, Bunda PAUD Kabupaten Nunukan juga terus memperkuat komitmen terhadap penyelenggaraan pendidikan yang inklusif.
Salah satunya melalui pelatihan pendidikan inklusif bagi tenaga pendidik PAUD yang telah berjalan selama dua tahun. Pelatihan pendidikan inklusif gelombang kedua dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 2 September 2026, dengan melibatkan sekitar 70 peserta dari satuan pendidikan PAUD se-Kabupaten Nunukan.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pendidik agar mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, ramah, setara serta mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan setiap anak.
Andi Annisa menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi yang harus mendapatkan ruang untuk berkembang. Karena itu, tidak boleh ada anak yang merasa berbeda ataupun tertinggal dalam memperoleh hak atas pendidikan.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari visi besar Bunda PAUD Kabupaten Nunukan melalui konsep “Nunukan Bersinar”, yakni Bermutu, Setara, Inklusif, Aman dan Ramah Anak.
Visi tersebut diperkuat dengan tagline “Tumbuh di Perbatasan, Untuk Indonesia Emas 2045.” Melalui Rakor Bunda PAUD Tahun 2026, seluruh pemangku kepentingan juga diajak memperkuat koordinasi dan kolaborasi sekaligus melakukan evaluasi terhadap program kerja yang telah dilaksanakan sepanjang 2026.
Hasil evaluasi tersebut selanjutnya menjadi bahan dalam penyusunan program kerja Bunda PAUD Kabupaten Nunukan untuk tahun 2027.
Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat penyelenggaraan PAUD di Kabupaten Nunukan secara berkelanjutan, sekaligus memastikan anak-anak, termasuk yang berada di wilayah perbatasan dan daerah terpencil, memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.(**)

