Nunukan, MK — Pemerintah Kabupaten Nunukan menghadirkan Gerakan Pangan Murah atau pasar murah dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di UKM Center Nunukan, Minggu (23/8/2026), turut melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Nunukan untuk menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Dinas Pertanian menyediakan tiga komoditas pangan, yakni beras lokal, telur, dan minyak goreng. Beras lokal dijual Rp60 ribu per 5 kilogram, telur Rp45 ribu per piring, sedangkan minyak goreng merek Minyak Kita dibanderol Rp30 ribu untuk kemasan 2 liter.
Petugas Dinas Pertanian Kabupaten Nunukan, Nuraini, SP., mengatakan kehadiran pihaknya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Gerakan Pangan Murah sekaligus rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Alhamdulillah, kami bisa berpartisipasi dalam kegiatan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Kampanye Literasi yang berkolaborasi dengan TP-PKK Kabupaten Nunukan serta sejumlah OPD,” ujar Nuraini.
Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Telur dan minyak goreng menjadi komoditas yang paling banyak diminati hingga persediaannya cepat habis.
Sementara itu, penjualan beras relatif lebih rendah dibandingkan komoditas lainnya. Nuraini menduga kondisi tersebut dipengaruhi oleh adanya penjualan pada pekan sebelumnya sehingga sebagian masyarakat masih memiliki persediaan beras di rumah.
“Untuk beras, penjualannya sedikit menurun. Mungkin karena minggu lalu juga sudah ada penjualan dan stok beras masyarakat masih tersedia. Selain itu, mungkin karena sudah memasuki akhir bulan,” katanya.
Menurut Nuraini, pasar murah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat karena menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Program tersebut juga dinilai dapat membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Ia berharap kegiatan pasar murah dapat terus dilaksanakan secara rutin agar masyarakat memiliki akses yang lebih mudah terhadap kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan secara rutin sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga,” pungkasnya. (**)

