Nunukan, MK – Peresmian Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Selisun 2 di Jalan Lingkar Pulau Nunukan, Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menjadi momentum penting dalam penguatan program pemenuhan gizi masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (20/04/2026) pukul 09.30 WITA ini turut dihadiri Camat Nunukan Selatan, Hj. Ramsidah, S.KM., M.M., yang memberikan perhatian khusus terhadap aspek kualitas dan keamanan pangan.
Di sela kegiatan, Ramsidah menyampaikan bahwa program MBG memiliki peran strategis dalam memperbaiki kondisi gizi masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang masih tergolong rawan, ia menegaskan bahwa pihak kecamatan akan terus terlibat dalam pemantauan pelaksanaan program tersebut.
“Program MBG ini sangat membantu sekali dalam perbaikan gizi, khususnya di Nunukan Selatan, kami juga ikut memantau perbaikan gizinya, termasuk dalam pemberian makanan di titik-titik yang memang masih membutuhkan perhatian,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan bahan makanan yang berkualitas dan aman dikonsumsi, menurutnya, bahan pangan yang digunakan tidak hanya harus layak, tetapi juga sebaiknya berasal dari potensi lokal agar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Mulai dari buah-buahan dan sayuran yang digunakan, kami harapkan benar-benar memanfaatkan hasil dari petani lokal, sehingga program ini berjalan sesuai tujuan, yang terpenting, bahan yang digunakan harus aman, nyaman, dan layak dikonsumsi,” jelasnya.
Dalam peninjauan langsung ke dapur SPPG Selisun 2, Ramsidah yang turut memperhatikan aspek sanitasi menemukan beberapa hal yang perlu dibenahi, ia menekankan pentingnya sistem penanganan peralatan dapur setelah dicuci agar tetap higienis.
“Di bagian dapur, khususnya tempat penyimpanan setelah peralatan dicuci, perlu ada rak atau tempat khusus untuk meniriskan, begitu juga dengan piring dan peralatan lainnya, harus ada tempat agar airnya benar-benar tiris sehingga tetap steril,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan kerja di lingkungan dapur. kondisi lantai yang licin dinilai berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan bagi para petugas.
“Lantainya memang terlihat bersih dan bagus, tetapi agak licin, ini perlu diperhatikan karena bisa menyebabkan kecelakaan kerja jika tidak hati-hati, apalagi jika ada air dari sisa cucian,” tambahnya.
Ramsidah berharap, dengan adanya dapur MBG Selisun 2 ini, seluruh penerima manfaat dapat benar-benar merasakan dampak positif, terutama dalam peningkatan kualitas gizi.
Ia juga menaruh harapan besar agar program ini mampu berkontribusi dalam menurunkan angka stunting dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan cerdas di Nunukan Selatan.
“Harapan kami, semua penerima manfaat betul-betul mendapatkan makanan yang bergizi, sehingga dapat membantu menurunkan angka stunting dan mencerdaskan generasi, khususnya di wilayah kami,” tutupnya. (**)

