Sebatik Timur, MK – Pemerintah Kecamatan Sebatik Timur terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah haji. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan rapat pembentukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tingkat kecamatan, Senin (20/04/2026) pukul 13.30 WITA, dipimpin langsung oleh Camat Sebatik Timur, Zainal Abidinsyah, SE, dengan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan berbagai instansi lintas sektor.
Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran Polsek Sebatik Timur, Koramil 0911-02/Sebatik, Wadanki Brimob, Satgas Marinir Pengamanan Ambalat, personel PLBN Sei Nyamuk, Kantor UPP Syahbandar Kelas III Sei Nyamuk, Balai Kekarantinaan Kesehatan Wilker Sebatik Kelas I Tarakan, Kepala KUA Sebatik Timur, Kepala KUA Sebatik, Kepala Desa Bukit Aru Indah, tokoh agama Lasidi, S.Pd.I, Kepala Puskesmas Sei Nyamuk, Kasi Sosial dan Ekonomi Kecamatan Sebatik Timur, serta Danposal Sei Nyamuk.
Dalam arahannya, Zainal Abidinsyah, SE menegaskan bahwa pembentukan PPIH bukan sekadar memenuhi aspek administratif, tetapi merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh proses pelayanan jemaah haji berjalan tertib, aman, dan terkoordinasi dengan baik. Ia juga menegaskan peran penting Kecamatan Sebatik Timur sebagai penyelenggara pelayanan jemaah haji untuk seluruh wilayah Pulau Sebatik, sehingga dibutuhkan kesiapan yang lebih matang dan terintegrasi.
“Pelayanan haji adalah amanah yang sangat mulia. Jemaah adalah tamu Allah, sehingga wajib kita layani dengan sepenuh hati, profesional, dan penuh tanggung jawab. Apalagi Sebatik Timur menjadi pusat pelayanan jemaah haji se-Pulau Sebatik, maka kita harus benar-benar siap,” tegasnya.
Lebih lanjut, Camat Sebatik Timur menjelaskan bahwa PPIH tingkat kecamatan memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan langsung kepada jemaah. Fungsi tersebut meliputi pendataan dan verifikasi jemaah, fasilitasi pemeriksaan kesehatan, dukungan pelaksanaan manasik haji, hingga pengaturan teknis pemberangkatan dan pendampingan di lapangan.
Dalam forum tersebut, masing-masing instansi menyampaikan kesiapan dan dukungannya sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Unsur TNI dan Polri, termasuk Brimob, Satgas Marinir, serta Danposal Sei Nyamuk, menyatakan komitmennya dalam mendukung aspek pengamanan dan kelancaran kegiatan. Sementara itu, sektor kesehatan melalui Puskesmas dan Balai Kekarantinaan Kesehatan memastikan kesiapan layanan pemeriksaan serta pendampingan kesehatan jemaah.
Wakapolsek Sebatik Timur, IPDA Misni, dalam kesempatan tersebut menyoroti pentingnya pengamanan pada saat proses pemberangkatan dan penjemputan jemaah. Ia mengingatkan bahwa potensi kerawanan justru sering terjadi pada keluarga pengantar dan penjemput.
“Pengamanan perlu menjadi perhatian serius, khususnya saat keberangkatan dan penjemputan. Biasanya yang sulit diatur itu keluarga pengantar dan penjemput, sedangkan jemaah relatif lebih tertib. Ini perlu diantisipasi bersama agar kegiatan berjalan lancar dan aman,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat, Lasidi, S.Pd.I, menekankan pentingnya ketelitian dalam pendataan barang bawaan jemaah guna menghindari potensi kehilangan. (*)
“Kami mengingatkan agar seluruh barang bawaan jemaah benar-benar didata dengan baik. Jangan sampai ada yang tercecer, karena ini bisa menimbulkan kendala bagi jemaah,” ungkapnya.
Selain itu, dukungan juga diberikan oleh KUA dalam pelaksanaan manasik haji, serta instansi lainnya dalam mendukung kelancaran teknis pemberangkatan. Rapat ini sekaligus menjadi forum koordinasi untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, serta mengantisipasi berbagai potensi kendala sejak dini.
Dengan ditetapkannya Kecamatan Sebatik Timur sebagai pusat penyelenggara pelayanan jemaah haji se-Pulau Sebatik, diharapkan seluruh proses pelayanan dapat berjalan lebih terkoordinasi, efektif, dan efisien. PPIH tingkat kecamatan diharapkan mampu memberikan pelayanan optimal, mulai dari tahap persiapan hingga pemberangkatan jemaah.
Pemerintah Kecamatan Sebatik Timur berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Sinergi lintas sektor yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi kunci utama dalam mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang aman, tertib, lancar, dan penuh keberkahan. (**)

