Pemerintah Kecamatan Sebuku Gelar Senam Bersama Guna Meningkatkan Sinergitas OPD

by Redaksi Kaltara

Nunukan, KTV – Suasana penuh keceriaan dan kehangatan terasa di Stadion Sei Bilal saat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Nunukan, Muhammad Amin, S.H., berbaur tanpa sekat bersama ratusan siswa SMP Negeri 1 Nunukan dalam Tari Jepin massal, Jumat (17/042026) pagi.

Tak sekadar hadir sebagai tamu, Muhammad Amin turut larut dalam irama musik tradisional, menari bersama sekitar 800 siswa, guru, serta Ketua KORMI Kabupaten Nunukan yang turut hadir.

Momen tersebut menjadi gambaran kedekatan antara pemerintah dan generasi muda dalam suasana yang santai namun sarat makna.

Kegiatan diawali dengan “Senam Anak Indonesia Hebat” yang diikuti seluruh peserta sebagai pemanasan, setelah itu, dentuman musik Jepin menggema di stadion, disambut sorak gembira para siswa yang tampil kompak dengan gerakan kaki yang lincah dan dinamis.

Tari Jepin merupakan kesenian tradisional khas suku Tidung di Kalimantan Utara, dikenal sebagai simbol kegembiraan dan pergaulan masyarakat pesisir. Gerakannya yang enerjik mencerminkan aktivitas kehidupan sehari-hari, seperti nelayan dan bertani, serta sarat dengan nilai budaya Melayu dan Islam.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Amin menyampaikan apresiasi atas inisiatif SMP Negeri 1 Nunukan yang menghadirkan pembelajaran di luar kelas melalui pendekatan seni dan olahraga.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, kami menilai ini bukan hanya kegiatan seni, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter bagi pelajar, anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga melalui aktivitas positif di ruang terbuka seperti ini,” ujarnya, Jumat (17/042026).

Ia menegaskan bahwa siswa merupakan generasi penerus pembangunan daerah yang perlu dibekali tidak hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga karakter yang kuat.

“Siswa adalah generasi kita ke depan, karena itu, penting bagi kita untuk mendorong pembentukan karakter yang sehat, kuat, dan cerdas. Kegiatan seperti ini juga menjadi bagian dari pelestarian budaya sekaligus olahraga yang menyehatkan,” tambahnya.

Muhammad Amin juga berharap kegiatan serupa dapat diikuti oleh sekolah lain di Kabupaten Nunukan.

“Kami mendorong sekolah-sekolah lain, mulai dari SD hingga SMA, bahkan perguruan tinggi, untuk menjadikan kegiatan ini sebagai inspirasi, ke depan, kegiatan seperti ini bisa dikembangkan lebih kreatif lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Nunukan, Rustiningsih, S.Pd., M.Eng., mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar dan penuh antusiasme.

“Alhamdulillah, di pagi yang cerah ini kita masih diberi kesehatan sehingga dapat melaksanakan gelar karya kokurikuler Tari Jepin massal sebagai wujud cinta kita terhadap budaya daerah, khususnya dari suku Tidung,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran kokurikuler berbasis deep learning yang dirancang untuk memperkuat dan memperkaya materi intrakurikuler.

“Kegiatan ini bertujuan agar pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menggembirakan, dengan mengintegrasikan olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olahraga,” jelasnya.

Menurutnya, Tari Jepin massal ini merupakan kali kedua dilaksanakan dan menjadi sarana pembelajaran lintas angkatan.

“Kelas 9 yang akan lulus turut menularkan kemampuan kepada adik kelas sebagai tutor sebaya, ini juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya daerah yang sebelumnya dikenal melalui program P5,” tutupnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas, melalui kegiatan yang menyenangkan dan penuh makna seperti ini, siswa tidak hanya belajar tentang budaya, tetapi juga membangun karakter, kebersamaan, dan rasa bangga terhadap identitas daerah. (**)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses