Sembakung Atulai, MK — Pemerintah Kecamatan Sembakung Atulai lakukan kegiatan verifikasi dan validasi faktual data Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa. Kegiatan ini dilaksanakan atas arahan Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan untuk memastikan kebenaran data yang tercatat di sistem sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Perwakilan Pemerintah Kecamatan Sembakung Atulai, Yulius, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama 5 hari berturut-turut dengan menurunkan tim langsung ke warga, ketua RT, pemerintah desa dan pihak sekolah yang ada di sembakung atulai
“Saat ini terdapat sebanyak 112 data Anak Tidak Sekolah yang perlu kami verifikasi di sepuluh desa. Kami tidak sekadar mencatat nama, melainkan memastikan kondisi sebenarnya. Ada beberapa kategori yang kami cek, di antaranya adalah anak yang tidak pernah sekolah sama sekali, yang pernah bersekolah namun berhenti di tengah jalan, serta alasan kenapa berhenti sekolah apakah karena bekerja, sudah menikah, kendala ekonomi, jarak, atau alasan kesehatan. Semua data ini akan langsung diverifikasi dan dimasukkan ke dalam aplikasi yang telah disiapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan,” jelas Yulius.
Data yang akurat dan terverifikasi menjadi dasar penting agar pemerintah dapat menyusun program untuk solusi penanganan yang tepat sasaran. Dengan mengetahui alasan dan kondisi sebenarnya dari setiap anak, berbagai program dukungan dapat disalurkan sesuai kebutuhan, baik berupa bantuan biaya pendidikan, akses ke pendidikan kesetaraan, maupun pendekatan khusus bagi anak-anak yang putus sekolah.
Harapannya, melalui kegiatan ini tidak ada satu pun anak yang terlewatkan, sehingga setiap anak berhak mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak demi masa depan yang lebih baik. (**)

