Nunukan, MK – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Nunukan menjalin kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian warga binaan melalui pengembangan usaha pertanian dan peternakan. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di ruang rapat DKPP Kabupaten Nunukan, Jumat (16/10/2026).
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Kepala DKPP Kabupaten Nunukan, Masniadi, S.Hut., M.A.P., bersama Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran DKPP dan Lapas Nunukan serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Melalui kerja sama ini, DKPP Kabupaten Nunukan akan memberikan pembinaan teknis di bidang pertanian dan peternakan kepada warga binaan. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan produktif sebagai bekal untuk menjalani kehidupan mandiri setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Kepala DKPP Kabupaten Nunukan, Masniadi, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa pengembangan kegiatan pertanian di lingkungan Lapas tidak hanya mendukung pembinaan kemandirian warga binaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Masniadi juga menyampaikan apresiasi kepada Bidang Penyuluhan atas inisiatif dan komitmennya dalam membangun sinergi lintas sektor. Menurutnya, peran penyuluhan pertanian perlu terus diperluas agar manfaat pembangunan pertanian dapat dirasakan oleh berbagai kelompok masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan.
Selain mendukung pembinaan keterampilan, kerja sama ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam mengembangkan kampung hortikultura sebagai salah satu dari 17 arah baru perubahan pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, mengatakan bahwa kolaborasi dengan DKPP merupakan langkah strategis untuk memperkuat pembinaan berbasis keterampilan sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap pembinaan kemandirian bagi warga binaan semakin berkembang dan terarah. Keterampilan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal untuk hidup mandiri dan produktif ketika kembali ke tengah masyarakat,” ungkap Donny.
Kepala Bidang Penyuluhan DKPP Kabupaten Nunukan, Widodo, S.PKP., M.Si., menambahkan bahwa pendampingan akan difokuskan pada penerapan teknik budi daya yang tepat, pemanfaatan lahan secara optimal, serta pengembangan keterampilan praktis di bidang pertanian.
“Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kami berharap lahan produktif di Lapas Nunukan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai tempat belajar dan praktik pertanian. Dengan demikian, warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan untuk mendukung kemandirian ekonomi setelah kembali ke masyarakat,” ujar Widodo.
Melalui sinergi tersebut, DKPP dan Lapas Nunukan diharapkan mampu mengembangkan program pembinaan pertanian dan peternakan yang produktif dan berkelanjutan. Kolaborasi ini sekaligus menjadi upaya untuk membuka peluang kemandirian ekonomi bagi warga binaan serta mendukung penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Nunukan. (**)

