JAKARTA, MK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara terus memacu rencana pembangunan jaringan kereta api logistik sebagai infrastruktur strategis untuk memperkuat konektivitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan industri di daerah.
Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A Paliwang, S.H., M.Hum., menempatkan pembangunan kereta api logistik sebagai salah satu langkah penting untuk menghadirkan sistem transportasi barang yang lebih efisien. Moda transportasi tersebut diproyeksikan menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan industri hingga pelabuhan utama.
Pematangan rencana pembangunan kereta api tersebut dibahas dalam rapat tindak lanjut Focus Group Discussion (FGD) bersama PT Indonesia Transit Synergy (INTRA) di Jakarta, Rabu (16/9/2026). Pertemuan difokuskan pada pembahasan skema teknis dan bisnis pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Utara.
Konsep jaringan kereta api yang dikembangkan diarahkan untuk mendukung mobilitas komoditas dalam jumlah besar, terutama hasil pertambangan dan perkebunan. Jalur tersebut diharapkan dapat menjadi penghubung dari kawasan sentra produksi menuju kawasan industri dan selanjutnya ke pelabuhan sebagai pintu keluar-masuk komoditas.
Gubernur Zainal menegaskan bahwa pembangunan kereta api bukan sekadar menghadirkan moda transportasi baru, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun sistem logistik yang lebih terintegrasi di Kalimantan Utara.
“Kita ingin kereta api menjadi salah satu tulang punggung baru transportasi logistik di Kaltara. Dengan kapasitas angkut yang besar, moda ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan industri dan kegiatan ekonomi daerah,” ujar Gubernur Zainal.
Menurutnya, pengembangan kereta api menjadi semakin relevan karena kebutuhan angkutan komoditas Kaltara terus berkembang. Pengangkutan batu bara dan hasil perkebunan seperti kelapa sawit dalam volume besar selama ini banyak mengandalkan kendaraan angkutan darat yang memberikan tekanan terhadap jaringan jalan.
“Jika batu bara dan hasil perkebunan beralih ke kereta api, efisiensi angkutan perusahaan meningkat sekaligus mengurangi beban kendaraan di jalan raya. Karena itu, pembangunan jaringan kereta api perlu kita siapkan dengan perencanaan yang matang,” tegasnya.
Selain mengurangi beban jalan, jaringan kereta api logistik juga diproyeksikan mampu memangkas biaya transportasi dan memperlancar arus barang dari pusat produksi menuju tujuan akhir. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi bagian dari ekosistem logistik yang mendukung daya saing industri Kaltara.
Gubernur Zainal menyebut, pembangunan kereta api juga harus dipersiapkan untuk mengimbangi perkembangan hilirisasi industri di Kaltara. Dengan konektivitas yang terintegrasi, distribusi bahan baku maupun hasil produksi dapat dilakukan melalui jalur khusus dengan kapasitas angkut yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
“Hilirisasi membutuhkan dukungan infrastruktur yang kuat. Jangan sampai kawasan industri berkembang, tetapi konektivitas logistiknya belum siap. Karena itu, pembangunan kereta api harus dipikirkan sejak sekarang sebagai bagian dari sistem transportasi yang terintegrasi dengan kawasan industri dan pelabuhan,” katanya.
Dalam proses pematangan rencana tersebut, Pemprov Kaltara juga mendorong keterlibatan pelaku usaha sektor pertambangan dan perkebunan sebagai offtaker atau calon pengguna utama jasa angkutan kereta api. Masukan dari dunia usaha diperlukan agar trase dan kapasitas jalur yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan angkutan komoditas.
Pembangunan jaringan kereta api logistik ini diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas antarkawasan, tetapi juga menjadi investasi infrastruktur jangka panjang bagi Kalimantan Utara. Dengan sistem transportasi barang yang lebih terintegrasi, Kaltara diproyeksikan memiliki dukungan konektivitas yang semakin kuat dalam menghadapi pertumbuhan industri, perdagangan, dan ekspor di masa mendatang. (Fy/red)

