HIPMI Kaltara Siap Gandeng Jatim, Perluas Pasar Komoditas Unggulan dan Buka Peluang Investasi

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Kalimantan Utara dan BPD HIPMI Jawa Timur memperkuat peluang kerja sama perdagangan antardaerah melalui agenda Misi Dagang yang digelar di Hotel Tarakan Plaza Convention Centre, Senin (7/9/26).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum BPD HIPMI Kaltara Ade Kurniawan dan Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Timur Ahmad Salim Assegaf. Pertemuan ini menjadi ruang bagi para pelaku usaha dari kedua daerah untuk memperluas jaringan bisnis sekaligus menjajaki peluang kerja sama perdagangan.

Ketua Umum BPD HIPMI Kaltara Ade Kurniawan mengatakan, misi dagang tersebut menjadi momentum penting bagi pengusaha muda di Kaltara untuk memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing produk lokal.

“Pelaksanaan kegiatan Misi Dagang ini merupakan momentum emas bagi para pelaku usaha muda di Kalimantan Utara untuk memperluas jaringan bisnis dan memperkuat posisi tawar produk lokal kita di kancah yang lebih luas,” kata Ade.

Penandatanganan antara Ketua HIPMI Kaltara dan Jawa Timur dihadapan Gubernur Provinsi Jawa Timur dan Kalimantan Utara.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki ekosistem perdagangan dan rantai pasok yang berkembang sehingga membuka peluang strategis bagi pelaku usaha Kaltara untuk memperluas pasar.

“Kami di BPD HIPMI Kaltara melihat bahwa Jawa Timur memiliki ekosistem perdagangan dan rantai pasok yang sangat matang, sehingga kolaborasi ini menjadi kesempatan strategis yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Ade menegaskan, HIPMI Kaltara siap mendorong kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan, terutama dalam membuka akses pasar bagi komoditas unggulan daerah.

“Prinsipnya, kami siap menjajaki kerja sama dagang yang konkret dan saling menguntungkan dengan BPD HIPMI Jatim, demi memastikan komoditas unggulan daerah kita dapat menembus pasar yang lebih besar,” katanya.

Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi Kaltara maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dalam pelaksanaan misi dagang tersebut.

Menurut Ade, dukungan pemerintah menjadi dorongan bagi dunia usaha untuk meningkatkan peran dalam menggerakkan perekonomian daerah.

“Melalui forum ini, kami ingin membuktikan bahwa pemuda dan pengusaha lokal siap menjadi motor penggerak utama dalam pemulihan serta pertumbuhan ekonomi regional,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ade menilai kerja sama antardaerah tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi perlu ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama bisnis yang memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha.

Ia berharap potensi maritim dan daratan yang dimiliki Kaltara dapat terhubung dengan pusat perdagangan dan jaringan logistik di Jawa Timur.

“Mari kita jadikan momentum 7 September 2026 ini sebagai titik balik kebangkitan ekonomi kerakyatan melalui aksi nyata kolaborasi antar-HIPMI yang progresif dan solutif,” tuturnya.

Misi dagang tersebut turut dihadiri Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang, Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Melalui pertemuan tersebut, pelaku usaha Kaltara dan Jawa Timur diharapkan dapat memperkuat jejaring perdagangan, mengoptimalkan potensi komoditas unggulan, memperlancar rantai pasok antardaerah, serta membuka peluang pasar baru yang dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi kedua wilayah.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses