TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang menyambut positif pelaksanaan Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi Kaltara dan Jawa Timur. Kegiatan tersebut dinilai menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama dan membuka peluang perdagangan antarpelaku usaha kedua provinsi.
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Tarakan Plaza, Selasa (8/9/26), dihadiri langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama puluhan pengusaha dari Jawa Timur.
Zainal mengatakan, kehadiran Khofifah bersama sejumlah asosiasi dunia usaha, di antaranya Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), menunjukkan komitmen dalam memperkuat hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Kaltara.
“Beliau boyong semua ke Utara untuk melakukan kegiatan misi dagang antara Kalimantan dengan Jawa Timur,” ujar Zainal.
Menurutnya, nilai transaksi dalam kegiatan tersebut telah mencapai lebih dari Rp2 triliun dan proses transaksi masih berlangsung.
“Alhamdulillah selesai kegiatan ini di Tarakan Plaza dan mudah-mudahan transaksi ini belum ditutup. Sampai detik ini sudah dua triliun lebih,” katanya.
Zainal berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan misi dagang, tetapi terus berlanjut melalui hubungan bisnis antara pelaku usaha kedua daerah.
Ia menilai, kegiatan tersebut membuka ruang bagi pengusaha Kaltara untuk memasarkan produk unggulan ke Jawa Timur. Sebaliknya, berbagai produk dari Jawa Timur juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kaltara.
“Ini suatu hal yang luar biasa meningkatkan kerja sama antara pengusaha-pengusaha Jawa Timur dengan pengusaha yang ada di Kalimantan dan apa yang bisa kita bawa ke Jawa Timur dan apa yang Jawa Timur bisa bawa ke Kalimantan,” ungkapnya.
Zainal menegaskan, penguatan kerja sama ekonomi tersebut pada akhirnya diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua provinsi.
“Tentunya kita bekerja untuk masyarakat. Bu Gubernur Jatim bekerja untuk masyarakat Jatim, saya bekerja untuk masyarakat Kalimantan,” ujarnya.
Selain misi dagang, Zainal juga menyoroti peran konektivitas transportasi laut dalam mendukung kelancaran arus barang antara Jawa Timur dan Kaltara.
Ia menyebut layanan tol laut sudah berjalan dan ke depan pihaknya akan berupaya mendorong penambahan armada.
“Untuk tol laut sudah jalan, tapi nanti kita berupaya untuk menambah lagi, menambah armada. Makin banyak armada, saya kira produk Jawa Timur, produk Kalimantan kita saling bertukar melalui tol laut ini,” jelas Zainal.
Menurutnya, peningkatan jumlah armada diharapkan dapat memperkuat distribusi barang serta membuka peluang perdagangan yang lebih luas antara kedua wilayah.
Kerja sama perdagangan yang diperkuat dengan dukungan konektivitas tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan aktivitas ekonomi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kaltara maupun Jawa Timu

