Pemkab Nunukan Dan Bulog Kaji Hibah Lahan Untuk Pembangunan Gudang Pangan

by Redaksi Kaltara

Nunukan, MK – Pemerintah Kabupaten Nunukan bersama Perum Bulog Kantor Cabang Tarakan menggelar rapat koordinasi terkait rencana hibah lahan untuk pembangunan gudang Bulog di Kabupaten Nunukan, Senin (7/9/2026).

Rapat tersebut dihadiri Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrul, S.H., M.PI., Kepala Cabang Bulog Tarakan beserta tim, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Nunukan, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Nunukan, serta sejumlah staf.

Pembahasan dalam rapat difokuskan pada surat rekomendasi DPRD yang menjadi salah satu persyaratan dalam proses hibah lahan untuk pembangunan gudang Bulog. Rencana tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat infrastruktur ketahanan pangan daerah dengan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2026.

Pembangunan gudang Bulog di Kabupaten Nunukan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan pangan, khususnya beras dan sejumlah komoditas pangan lainnya. Keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan mampu menjamin ketersediaan cadangan pangan, terutama ketika terjadi kekurangan pasokan maupun kondisi darurat seperti bencana.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrul, menyambut baik rencana pembangunan tersebut. Ia berharap keberadaan gudang Bulog tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi daerah.

“Harapan kami, dengan adanya pembangunan gudang Bulog di Kabupaten Nunukan, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Nunukan,” ujarnya.

Usai rapat, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan ke Kelompok Tani Mansapa milik Jumadi. Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau alat penggiling padi serta sejumlah sarana dan prasarana pertanian yang mendukung penguatan produksi dan ketahanan pangan di Kabupaten Nunukan. (**)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses