TARAKAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Utara menilai kerja sama perdagangan dengan Jawa Timur menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi di Kaltara.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltara, Agus Taufik, mengatakan kegiatan Misi Dagang dan Investasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kalimantan Utara memiliki relevansi dengan upaya menjaga pasokan berbagai kebutuhan pangan masyarakat.
Menurutnya, salah satu tujuan kerja sama tersebut adalah memastikan kebutuhan pangan sehari-hari masyarakat Kaltara dapat terpenuhi, termasuk komoditas yang masuk dalam kelompok volatile food atau pangan bergejolak.
“Dari sisi Kaltara dalam konteks inflasi, pengendalian inflasi, bagaimana agar kebutuhan pangan yang dibutuhkan masyarakat terpenuhi. Salah satunya dari Jawa Timur, termasuk untuk volatile food,” ujar Agus.
Agus menyebut, meski kebutuhan pangan Kaltara masih banyak dipenuhi dari luar daerah, kondisi inflasi hingga saat ini relatif terjaga.
Berdasarkan catatan yang disampaikannya, inflasi Kaltara pada Agustus 2026 berada di angka 2,17 persen secara tahunan (year on year/yoy).
“Terakhir angka inflasi kita Agustus 2,17 persen year on year. Dan tadi juga Pak Gubernur menyampaikan Kalimantan Utara menjadi inflasi yang terendah,” katanya.
Menurut Agus, kondisi tersebut menunjukkan bahwa berbagai program pengendalian inflasi yang dilakukan di Kaltara berjalan cukup baik. Hal itu dinilai penting mengingat Kaltara masih memiliki ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.
“Walaupun kita daerah yang terutama di sektor pangannya masih banyak mendatangkan dari luar, tapi dalam program-program pengendalian inflasi di Kalimantan Utara termasuk yang cukup berhasil dengan angka inflasi yang terjaga,” ujarnya.
Agus mengungkapkan, keberhasilan pengendalian inflasi tersebut juga berpotensi menjadi bahan pembelajaran bagi daerah lain.
Ia menyebut, Kaltara bahkan berpeluang diminta untuk berbagi pengalaman mengenai strategi pengendalian inflasi kepada pemerintah daerah lainnya.
“Kita bisa jadi diminta sebagai narasumber untuk sharing success story dari Pak Gubernur kepada pemerintah daerah yang lain,” ungkap Agus.
Ia menilai, kerja sama perdagangan antardaerah seperti yang dilakukan bersama Jawa Timur perlu terus diperkuat. Selain membuka peluang transaksi ekonomi, kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kesinambungan pasokan komoditas pangan di Kaltara.
Dengan pasokan yang lebih terjamin dan distribusi yang semakin baik, tekanan harga komoditas pangan diharapkan dapat tetap terkendali sehingga stabilitas inflasi di Kaltara dapat dipertahankan.
Agus menegaskan, pengendalian inflasi membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha hingga daerah pemasok. Karena itu, kerja sama antardaerah menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

