TARAKAN – Institut Sains dan Teknologi Muhammadiyah (InstekMu) Tarakan resmi memulai penerimaan mahasiswa baru (Penmaru) tahun akademik 2026 sejak Januari. Ketua Panitia Penerimaan Penmaru InstekMu Tarakan, Andri Putra Naftali, S.Ars., M.U.D., menyampaikan optimismenya bahwa InstekMu mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain, khususnya di Kalimantan Utara.
“Memang saat ini kita baru memulai di bulan Januari, namun bukan tidak mungkin InstekMu bisa bersaing dengan kampus-kampus lain, khususnya di Kalimantan Utara,” ujar Andri saat ditemui usai melakukan sosialisasi ke salah satu SMA di Tarakan, Selasa (20/1/26).
Menurutnya, persiapan Penmaru tahun ini sudah berjalan dengan baik. Tidak hanya dosen, mahasiswa InstekMu juga turut aktif terlibat dalam kegiatan promosi dan sosialisasi kampus kepada calon mahasiswa.
“Kalau dulu mungkin masih didominasi dosen, sekarang sudah berkembang. Mahasiswa juga sudah banyak yang aktif membantu mencari dan mengajak calon mahasiswa baru,” jelasnya.
Dalam rangka memperluas jangkauan sosialisasi, tim Penmaru InstekMu telah mengunjungi sejumlah sekolah di Kota Tarakan, di antaranya SMA Muhammadiyah dan SMA Hangtuah serta sekolah lainnya di Tarakan. Ke depan, sosialisasi tidak hanya menyasar Tarakan, tetapi seluruh wilayah Kalimantan Utara.
“Target kita bukan hanya Tarakan, tetapi membumikan InstekMu di Kaltara. Harapannya, semua sekolah di Kalimantan Utara bisa kita kunjungi untuk mensosialisasikan InstekMu,” ungkapnya.
Terkait target mahasiswa baru, Andri menyebutkan bahwa Rektor InstekMu menargetkan sebanyak 100 mahasiswa. Namun demikian, pihaknya justru memasang target lebih tinggi.
“Kalau arahan Pak Rektor itu 100 mahasiswa, tetapi saya instruksikan kepada tim Penmaru untuk menargetkan sebanyak-banyaknya, kalau bisa melebihi target tersebut. Saya optimis tahun ini InstekMu bisa mendapatkan mahasiswa lebih dari 100 orang,” katanya.
Andri juga memaparkan sejumlah keunggulan InstekMu Tarakan. Salah satunya adalah lokasi kampus yang strategis dan mudah dijangkau karena berada di tengah Kota Tarakan, dengan dua lokasi kampus yakni di kawasan Jl. Aki Balak depan SMA N 2 Tarakan dan di Kelurahan Juata Permai, Gang Jeruk.
Selain itu, InstekMu mengusung konsep Islamic Technology Technopreneur, yang mengintegrasikan nilai keislaman dengan penguasaan teknologi dan kewirausahaan.
Selain itu, Andri juga membeberkan salah satu kelebihan ketika mengenyam bangku kuliah di InstekMu Tarakan yakni mendapatkan berbagai beasiswa sehingga memudahkan mahasiswa untuk membiayai kuliah.
“Mahasiswa juga memiliki banyak kesempatan mendapatkan beasiswa, seperti Beasiswa Kaltara Unggul, KIP dari pemerintah, serta beasiswa Lazismu. Alhamdulillah, dana-dana beasiswa tersebut sudah berhasil kita cairkan dan salurkan kepada mahasiswa,” jelasnya.
Dari sisi akademik, InstekMu Tarakan saat ini memiliki lima program studi, yakni Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Teknik Kimia, Bio Kewirausahaan, Teknologi Hasil Perikanan, dan Sains Aktuaria.
“PWK kami berbasis perbatasan, sehingga sangat relevan dengan kondisi Kalimantan Utara. Kampus juga tidak lepas tangan terhadap alumni, kami tetap mengawal agar lulusan bisa bekerja sesuai bidangnya,” ungkap Andri.
Ia menambahkan, InstekMu hadir untuk memberikan alternatif pendidikan tinggi berkualitas bagi putra-putri daerah, sehingga tidak perlu keluar daerah dengan biaya tinggi untuk menempuh pendidikan di jurusan-jurusan strategis.
Untuk pendaftaran, Penmaru InstekMu dibuka sejak Januari hingga 31 Agustus 2026, yang dibagi dalam tiga gelombang. Gelombang pertama berlangsung Januari–Maret, gelombang kedua April–Juni, dan gelombang ketiga Juli–Agustus.
Adapun persyaratan pendaftaran meliputi ijazah, KTP, Kartu Keluarga, serta biaya pendaftaran sebesar Rp200 ribu.
“Kami berusaha memberikan biaya yang sangat terjangkau agar pendidikan tinggi bisa diakses oleh semua kalangan,” katanya.
InstekMu juga membuka kesempatan bagi calon mahasiswa yang sudah bekerja, dengan fleksibilitas tertentu dalam perkuliahan. Selain itu, Andri menegaskan bahwa InstekMu terbuka untuk semua kalangan tanpa membedakan latar belakang agama.
“Walaupun Muhammadiyah identik dengan Islam, kami menerima mahasiswa non-muslim. Sejak angkatan pertama, itu sudah berjalan dan tidak ada masalah. Karena Dunia pendidikan yang ada di Muhammadiyah sangat menjunjung tinggi toleransi bahkan diluar daerah seperti di Sumatera juga sudah ada menerima mahasiswa dari non Muslim,” tegasnya.
Dengan berbagai keunggulan tersebut, Andri mengajak masyarakat Kalimantan Utara, baik lulusan SMA/SMK maupun pekerja, untuk melanjutkan pendidikan tinggi di InstekMu Tarakan.
“Silakan bergabung dan menimba ilmu di InstekMu. Kami siap mewadahi semua potensi dan aspirasi teman-teman semua sebagai calon mahasiswa InstekMu Tarakan,” pungkasnya.



