Kerja Senyap Disdikbud Berbuah Prestasi, Tana Tidung Tembus 3 Besar Nasional Pengelolaan Ijazah

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Dari wilayah kabupaten yang dikenal kecil secara jumlah penduduk dan satuan pendidikan, Kabupaten Tana Tidung justru menorehkan prestasi nasional yang membanggakan.

Dalam penilaian pengelolaan ijazah satuan pendidikan tahun 2025, Tana Tidung berhasil meraih peringkat ketiga Top 20 Pemerintah Daerah dengan Pengelolaan Ijazah Terbaik Nasional, sekaligus menjadi satu-satunya daerah di Kalimantan Utara yang masuk jajaran prestisius tersebut.

Capaian ini bukan sekadar angka peringkat. Ia lahir dari kerja senyap namun konsisten, verifikasi data yang disiplin, koordinasi lintas sekolah yang rapi, serta adaptasi cepat terhadap sistem digital nasional yang kini menjadi tulang punggung tata kelola pendidikan Indonesia.

Sejak 2025, pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen resmi menerapkan e-Ijazah atau ijazah elektronik. Sistem ini menggantikan tata kelola manual dengan penerbitan mandiri oleh satuan pendidikan, berbasis data nasional. Di titik inilah kesiapan daerah diuji—mulai dari ketepatan data Dapodik, kecepatan validasi, hingga akurasi tanda tangan elektronik tersertifikasi.

Kabupaten Tana Tidung menjawab tantangan itu dengan baik. Pengelolaan ijazah dilakukan terintegrasi melalui Sistem Manajemen Ijazah Kemendikdasmen, di mana seluruh data siswa ditarik langsung dari Dapodik menuju laman e-Ijazah. Daerah yang dinilai terbaik adalah mereka yang mampu memastikan data sinkron, valid, dan selesai sebelum batas waktu pengelolaan ijazah tahun ajaran 2024/2025 yang ditutup pada 30 November 2025.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung, Arman Jauhari, menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan ini adalah ketelitian verifikasi data siswa, khususnya untuk kelas 6 SD dan kelas 9 SMP.

“Verifikasi ini harus benar-benar valid. Jangan sampai ada kesalahan, terutama nama siswa. Ijazah itu sangat berpengaruh ke masa depan anak. Kalau salah, dampaknya panjang,” ujar Arman kepada Metrokaltara.com, Jumat (23/1/2026).

Menurutnya, setelah data di satuan pendidikan dinyatakan valid, operator sekolah langsung mengunggahnya ke laman e-Ijazah. Sistem secara otomatis menarik data dari Dapodik dan mengintegrasikannya ke basis data nasional.

“Jadi ada proses tarik data. Semua wilayah di Indonesia datanya dipindahkan dari Dapodik ke E-Ijazah. Di situlah ketelitian daerah sangat menentukan,” jelasnya.

Masuknya Tana Tidung ke jajaran Top 20 nasional tak lepas dari kecepatan sekolah-sekolah dalam melakukan pembaruan data serta ketepatan waktu sesuai periode yang ditetapkan Kemendikdasmen. Bahkan, Disdikbud Tana Tidung kembali mengirimkan edaran ke sekolah-sekolah agar proses verifikasi semakin cepat dan solid.

Prestasi ini terasa semakin istimewa karena Tana Tidung berada di posisi peringkat ketiga nasional, sejajar dengan daerah-daerah besar lain. Dalam lingkup penghargaan tata kelola pendidikan, daerah seperti Kota Madiun dan Kota Batu juga tercatat sebagai penerima penghargaan terbaik.

“Kalau kita lihat daftarnya, hanya Kabupaten Tana Tidung yang mewakili Kalimantan Utara. Ini tentu jadi kebanggaan tersendiri,” ungkap Arman.

Bahkan, menurutnya, peluang Tana Tidung untuk meraih peringkat pertama nasional sebenarnya sangat terbuka. Hanya satu kendala kecil yang mengganjal: satu data residu siswa yang terdaftar namun tidak mengikuti ujian.

“Kalau kemarin tidak ada satu data residu itu, mungkin kita bisa juara satu. Keuntungan kita juga karena jumlah sekolah dan siswa tidak terlalu banyak, sekitar 1.111 siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP, sehingga operator bisa bekerja lebih cepat,” jelasnya.

Selama proses unggah data, Arman memastikan tidak ada kendala berarti. Jika muncul masalah—mulai dari jaringan internet hingga validasi NIK—Disdikbud langsung merespons dengan koordinasi cepat, termasuk berkomunikasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

“Intinya kami sering koordinasi dengan sekolah. Kalau ada kendala, harus cepat disampaikan supaya bisa segera diselesaikan,” katanya.

Menatap 2026, Disdikbud Tana Tidung menaruh harapan besar. Kerja sama antar sekolah, operator, dan pemerintah daerah diharapkan semakin solid agar target peringkat pertama nasional bisa diraih.

“Harapan kita di 2026, kita bisa jadi peringkat satu. Yang terpenting semua pihak, khususnya sekolah, mau bekerja sama dan terus berkoordinasi agar setiap kendala bisa cepat ditangani,” pungkas Arman.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa dengan koordinasi, ketelitian, dan komitmen, daerah kecil pun mampu bersaing dan bersinar di panggung nasional—bahkan dalam urusan penting yang menentukan masa depan generasi muda pendidikan dan keabsahan ijazah. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses