Tanjung Selor, MK – Di tengah derasnya arus investasi yang mengalir ke Kalimantan Utara (Kaltara), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara mulai menyiapkan satu hal penting memastikan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal tidak hanya menyaksikan pembangunan dari pinggir lapangan, Senin (20/7).
Percepatan pembangunan Kawasan Industri Tanah Kuning–Mangkupadi sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) membawa harapan besar bagi masa depan ekonomi daerah. Nilai investasi yang masuk mencapai puluhan triliun rupiah, dan kawasan seluas 10.100 hektare itu diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berskala global.
Namun, di balik optimisme tersebut, muncul pertanyaan besar, apakah masyarakat kecil akan ikut menikmati hasilnya?
Menjawab tantangan itu, Pemprov Kaltara meluncurkan gagasan SINERGI Kaltara (Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara). Program ini disiapkan sebagai jembatan agar lebih dari 51 ribu UMKM dapat masuk ke dalam ekosistem industri yang sedang tumbuh pesat.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara H. Denny Harianto, S.E., M.M. mengatakan pemerintah tidak ingin pertumbuhan industri justru menciptakan jarak baru antara investasi besar dan ekonomi rakyat.
“Jangan sampai industri berkembang pesat, tetapi pelaku usaha lokal hanya menjadi penonton di rumah sendiri. UMKM harus menjadi bagian dari rantai pasok industri, bukan sekadar pelengkap,” kata Denny.
Ia menjelaskan bahwa langkah awal sudah dilakukan melalui penguatan kerja sama dengan PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI). Pihak perusahaan menyambut positif konsep SINERGI Kaltara dan menyatakan kesiapan membuka ruang bagi pengembangan UMKM lokal.
“Nantinya, produk dan jasa UMKM akan dikurasi agar mampu memenuhi standar industri internasional,” ujarnya.
Menurutnya, peluang yang terbuka pun cukup luas, mulai dari penyediaan bahan pangan, logistik, material pendukung, hingga layanan akomodasi bagi ribuan pekerja industri yang akan beroperasi di kawasan tersebut.
Bagi Pemprov Kaltara, SINERGI Kaltara bukan sekadar program pendamping investasi. Lebih dari itu, program ini menjadi upaya agar transformasi ekonomi yang sedang berlangsung benar-benar memiliki wajah kerakyatan di mana industri tumbuh, investasi meningkat, dan pelaku usaha lokal ikut naik kelas bersama daerahnya. (dkisp)

