Jakarta, MK – Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI menggelar Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 pada 3-5 Mei 2026 di The Meru Hotel Bali. Agenda ini merupakan pertemuan tingkat tinggi bagi para menteri yang membidangi kepemudaan dan olahraga di Asia Tenggara.
Mengusung tema “Strengthening SEA Youth Collaboration and Sports Diplomacy for a Resilient Future”, forum mendorong kemitraan strategis antarnegara di kawasan, sekaligus mendorong kolaborasi pemuda dan diplomasi olahraga di Asia Tenggara.
Tema ini diangkat dengan mempertimbangkan pentingnya diplomasi olahraga dan semangat kolaborasi antarnegara dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. Terlebih peran generasi muda sebagai calon pemimpin dinilai akan menentukan arah perkembangan Asia Tenggara di mata dunia.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir pun menegaskan pentingnya sport diplomacy sebagai fondasi dalam menjaga keharmonisan antarbangsa.
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gunawan Suswantoro mendorong seluruh delegasi untuk berpartisipasi aktif dalam forum tersebut.
“Saya mendorong seluruh delegasi untuk berpartisipasi aktif, berbagi perspektif secara terbuka, dan berkontribusi secara konstruktif sepanjang diskusi berlangsung. Mari kita bekerja sama untuk memastikan pertemuan ini menjadi produktif, bermakna, dan berdampak bagi masa depan pemuda serta olahraga di kawasan kita,” ujar Gunawan Suswantoro dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).
Sederet Rangkaian SEA Ministerial Meeting
Pelaksanaan Senior Official Meeting menjadi agenda pembuka dalam rangkaian SEA Ministerial Meeting. Pada forum ini, delegasi Indonesia diwakili Sesmenpora Gunawan Suswantoro, Plt Deputi Pengembangan Industri Olahraga Suyadi Pawiro dan Staf Khusus Menpora Bidang Hukum dan Regulasi Togi Pangaribuan.
Para delegasi Indonesia memimpin diskusi dengan para pejabat tinggi sektor pemuda dan olahraga Asia Tenggara. Diskusi tersebut membahas sejumlah prioritas utama kawasan, mulai dari ketahanan pemuda, penguatan jalur pembinaan bakat olahraga, hingga pengembangan tolok ukur serta kemitraan global.
Semangat kolaborasi pun terlihat dalam pertemuan ini, mengingat para peserta aktif menyampaikan gagasan dan pandangan. Partisipasi tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk bersinergi demi kemajuan pemuda dan pengembangan olahraga di Asia Tenggara.
Selanjutnya pada hari kedua, Senin (4/5), akan dilaksanakan pertemuan para menteri yang membidangi kepemudaan dan olahraga Asia Tenggara. Acara ini akan dihadiri Erick Thohir yang juga menjadi pembicara dalam agenda ministerial forum. Ia dijadwalkan membuka SEA Ministerial Meeting on Youth & Sports sekaligus menjadi pembicara dalam agenda ministerial forum.
(ega/ega)

