TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, secara resmi melepas keberangkatan tujuh jamaah haji asal Kabupaten Tana Tidung dalam sebuah prosesi khidmat di Pendopo Lumbung Taka, Ahad pagi (3/5/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Ibrahim Ali menekankan pentingnya pemahaman terhadap perubahan regulasi penyelenggaraan ibadah haji yang mulai diberlakukan secara bertahap. Ia menjelaskan bahwa mulai tahun 2025, tata kelola haji nasional memasuki fase transisi kelembagaan yang ditangani oleh kementerian khusus yang membidangi urusan haji dan umrah, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025.
“Perubahan ini menuntut kesiapan semua pihak, termasuk jamaah, agar dapat menyesuaikan diri dengan sistem baru yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan haji ke depan,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan pesan spiritual kepada para jamaah agar menjaga niat, kesehatan, serta kekompakan selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci. Ia berharap seluruh jamaah diberikan kelancaran dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Tana Tidung, kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah haji. Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkah, melindungi perjalanan, serta menerima seluruh amal ibadah,” ucapnya.
Tak lupa, ia menitipkan doa kepada para jamaah agar turut mendoakan Kabupaten Tana Tidung senantiasa menjadi daerah yang diberkahi, “baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.”
Kegiatan pelepasan ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara yang juga menjabat Ketua TP PKK Kabupaten Tana Tidung, Sekretaris Daerah, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tana Tidung, para Kepala KUA se-Sesayap, serta keluarga jamaah.
Prosesi ditutup dengan pemasangan atribut haji secara simbolis oleh Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali didampingi Ketua TP PKK Vamelia Ibrahim sekaligus Anggota DPRD Provinsi Kaltara kepada perwakilan jamaah, menandai resmi dimulainya perjalanan spiritual para tamu Allah tersebut. (rko)


